PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan kinerja keuangan yang kuat pada kuartal I-2026. Perusahaan tambang ini meraih laba bersih 41,09 juta dollar AS atau sekitar Rp 711 miliar, naik 36,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kenaikan itu memperlihatkan bahwa BUMI mampu menjaga pertumbuhan di tengah biaya operasional yang ikut meningkat. Pendapatan perseroan juga tumbuh lebih cepat, sehingga laba di level akhir tetap terdorong naik secara signifikan.
Pendapatan ikut menguat
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, BUMI mencatat pendapatan 417,8 juta dollar AS. Angka itu naik 19,7 persen dari 348,78 juta dollar AS pada kuartal I-2025.
Di saat yang sama, beban pokok pendapatan memang ikut naik menjadi 334,8 juta dollar AS dari 297,53 juta dollar AS. Meski begitu, perusahaan masih menjaga ruang laba bruto tetap positif hingga mencapai 82,8 juta dollar AS.
Laba usaha melesat
Penguatan pendapatan berdampak langsung pada laba usaha perseroan. Pada kuartal I-2026, laba usaha BUMI naik menjadi 49,1 juta dollar AS dari 27,9 juta dollar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan itu terjadi meski beban usaha juga bertambah dari 23,3 juta dollar AS menjadi 33,8 juta dollar AS. BUMI juga mencatat beban bunga dan keuangan sebesar 12,80 juta dollar AS, yang tetap menjadi komponen penting dalam perhitungan laba bersih.
Dari laba sebelum pajak ke laba tahun berjalan
Setelah memperhitungkan beban lain-lain neto sebesar 1,08 juta dollar AS, laba sebelum pajak penghasilan mencapai 55,29 juta dollar AS. Capaian itu jauh lebih tinggi dibandingkan 28,64 juta dollar AS pada kuartal I-2025.
Pada tahap berikutnya, perusahaan membukukan beban pajak penghasilan 11,60 juta dollar AS. Posisi ini berbeda dari tahun sebelumnya saat BUMI masih mencatat manfaat pajak senilai 2,18 juta dollar AS.
Setelah memperhitungkan bagi hasil sebesar 2,59 juta dollar AS, total laba tahun berjalan tercatat 41,09 juta dollar AS. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga ikut naik menjadi 24,14 juta dollar AS dari sebelumnya 17,86 juta dollar AS.
Respons pasar terhadap kinerja BUMI
Kinerja keuangan yang membaik ikut tercermin di pasar saham. Pada perdagangan Kamis (30/4/2026), saham BUMI ditutup menguat 10 poin atau sekitar 4,35 persen secara harian.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan saham BUMI berada di level Rp 240 per saham saat penutupan. Sepanjang perdagangan, saham ini sempat bergerak di kisaran Rp 220 pada titik terendah dan menyentuh level tertinggi Rp 244.
Pergerakan intraday saham BUMI sempat konsolidasi di rentang Rp 225 hingga Rp 230 sebelum menembus resistance Rp 230. Setelah itu, harga bergerak lebih cepat hingga akhirnya stabil menjelang penutupan pasar.
Lonjakan laba bersih pada kuartal I-2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan masih menjadi penopang utama kinerja BUMI. Dengan laba bruto, laba usaha, dan laba tahun berjalan yang sama-sama menguat, pasar kini menyoroti apakah tren positif ini dapat berlanjut pada periode berikutnya.







