Sebanyak 15 BUMN bergerak bersama di Raja Ampat untuk memperkuat konservasi lingkungan sekaligus mendorong ekonomi warga. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahap II itu berlangsung di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, dengan sasaran utama Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun.
Kolaborasi ini memadukan intervensi di bidang pendidikan, sosial, lingkungan, dan penguatan ekonomi. Sejumlah kebutuhan dasar warga juga masuk dalam program, termasuk perbaikan fasilitas umum, penyediaan listrik, dan dukungan sarana belajar di lokasi sasaran.
Kolaborasi lintas sektor untuk wilayah 3T
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi salah satu BUMN yang terlibat dalam inisiatif ini. Perusahaan menegaskan bahwa keikutsertaannya merupakan bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan, terutama di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut diarahkan agar manfaatnya tidak berhenti pada layanan transportasi. “Partisipasi ASDP dalam program TJSL BUMN di Raja Ampat merupakan wujud komitmen kami untuk tidak hanya menghadirkan layanan transportasi yang andal, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Daftar BUMN yang terlibat mencakup perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga keuangan. Selain ASDP, ada PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pegadaian (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), Indonesia Financial Group (IFG), AirNav Indonesia, PT Taspen (Persero), Perum Peruri, PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan Perum DAMRI.
Fokus pada konservasi laut dan kebutuhan dasar warga
Di Kampung Mutus, program difokuskan pada pemulihan ekosistem laut melalui penanaman 2.000 bibit mangrove dan 650 fragmen karang. Selain itu, warga di kampung tersebut juga menerima akses listrik untuk 119 rumah, yang menjadi salah satu kebutuhan penting bagi aktivitas harian masyarakat.
Di Kampung Manyaifun, rangkaian kegiatan mencakup penyediaan listrik bagi 59 rumah dan renovasi fasilitas umum. Perbaikan juga menyentuh sekolah serta rumah ibadah, sehingga manfaat program terasa tidak hanya pada aspek lingkungan, tetapi juga pada layanan sosial dasar.
Direktur TJSL BP BUMN Edi Eko Cahyono menilai kerja sama lintas BUMN ini sebagai langkah yang strategis. Ia menyebut pendekatan multiintervensi membuat program lebih terukur dan lebih terarah bagi penerima manfaat.
“Kolaborasi lintas BUMN menjadi langkah strategis untuk menghadirkan program TJSL yang lebih terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan melalui pendekatan multiintervensi,” kata Edi Eko Cahyono.
Dampak sosial dan lingkungan berjalan beriringan
Program di Raja Ampat tidak hanya menempatkan konservasi sebagai prioritas, tetapi juga mengaitkannya dengan penguatan kesejahteraan masyarakat. Penyediaan akses listrik, perbaikan sekolah, dan renovasi fasilitas umum menunjukkan bahwa pembangunan sosial berjalan berdampingan dengan pemulihan ekosistem.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari aksi sosial perusahaan di Indonesia Timur. Program sebelumnya juga mencakup pelestarian alam dan dukungan beasiswa pendidikan, sehingga pola keterlibatan perusahaan terlihat berkelanjutan.
“Melalui program kolaborasi ini, ASDP ingin memastikan kehadirannya tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Windy Andale.
Inisiatif ini juga diselaraskan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin pengentasan kemiskinan dan energi bersih. Dengan kombinasi rehabilitasi ekosistem, dukungan infrastruktur dasar, dan penguatan layanan sosial, program TJSL BUMN di Raja Ampat memperlihatkan bagaimana kolaborasi perusahaan negara dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara bersamaan.







