Serikat Pekerja Apple Gugat Penutupan Towson, Tuduh Perusahaan Balas Dendam ke Karyawan Serikat

Serikat pekerja yang menaungi karyawan Apple Store di Towson, Maryland, resmi mengajukan pengaduan ke Dewan Hubungan Perburuhan Nasional setelah menilai perusahaan melakukan diskriminasi saat menutup gerai tersebut. Pengaduan itu menyoroti kebijakan pemindahan staf yang dinilai lebih ketat dibandingkan dengan penutupan toko Apple lain yang tidak berstatus serikat.

Kasus ini memicu sorotan karena toko di Towson Town Center merupakan lokasi ritel Apple pertama di Amerika Serikat yang membentuk serikat pekerja pada 2022. Dalam pengaduannya, Asosiasi Internasional Pekerja Mesin dan Dirgantara atau IAM menuduh Apple memberi perlakuan yang lebih buruk kepada sekitar 90 pekerja di toko itu ketika proses penutupan dimulai.

Latar belakang penutupan toko

Apple menyebut penutupan gerai Towson terkait dengan memburuknya kondisi pusat perbelanjaan dan keluarnya sejumlah peritel besar dari kawasan tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa keputusan itu tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari perubahan kondisi bisnis di mal.

Namun, serikat pekerja menilai alasan tersebut tidak menjelaskan mengapa pekerja di Towson dikenai persyaratan transfer yang berbeda. IAM menyatakan bahwa karyawan harus melamar posisi baru tanpa jaminan bisa pindah ke toko lain, sementara pekerja di lokasi Apple lain yang juga ditutup disebut otomatis memenuhi syarat relokasi.

Perbandingan itu menjadi inti keluhan serikat. Menurut IAM, perbedaan perlakuan tersebut menunjukkan adanya upaya sistematis untuk membatasi hak pekerja yang sudah mereka perjuangkan melalui serikat.

Tuduhan diskriminasi dan sengketa hak transfer

Bill Haller, penasihat umum IAM, menegaskan bahwa karyawan di toko lain memiliki hak untuk dipindahkan ke lokasi lain di pasar yang sama. Ia juga membantah pernyataan Apple yang menyebut pembatasan transfer di Towson sudah diatur lewat negosiasi serikat sebelumnya.

“Dan mereka memberi tahu orang-orang kami di Towson, Anda tidak dapat melakukan itu karena serikat pekerja Anda telah menegosiasikan hak itu sejak awal. Itu tidak benar,” kata Haller.

Pernyataan itu memperkuat posisi IAM bahwa kebijakan Apple bukan sekadar urusan administrasi penutupan toko. Serikat melihat ada unsur diskriminasi yang merugikan pekerja di lokasi yang memiliki sejarah panjang dalam organisasi buruh.

Respons pekerja dan kritik dari internal toko

Sejumlah pekerja menilai penutupan toko tidak semestinya menjadi alasan untuk memperlakukan staf secara berbeda. Eric Brown, salah satu karyawan Apple Store Towson, menggambarkan kondisi mal yang memang menurun, tetapi menilai fenomena serupa terjadi di banyak pusat perbelanjaan lain.

“Ya, ada toko-toko yang tutup, tetapi itu terjadi di setiap mal. Ini adalah budaya yang menurun,” kata Brown.

Brown juga menyebut kondisi fisik mal yang memburuk, termasuk eskalator yang dinilai sudah tidak baik. Meski begitu, ia menilai penutupan toko tetap tidak adil jika berujung pada pembatasan hak transfer yang lebih keras bagi pekerja berserikat.

David Sullivan, wakil presiden umum IAM untuk wilayah timur, ikut mengecam perlakuan Apple terhadap karyawan senior di Towson. Ia menyebut para pekerja di toko bersejarah itu telah memberi kontribusi besar bagi perusahaan, tetapi justru diperlakukan tanpa penghargaan.

“Mereka adalah orang-orang yang telah membuktikan diri dan tidak melakukan apa pun selain hal-hal baik untuk perusahaan sialan ini, dan mereka memperlakukan kami seperti ini,” kata Sullivan.

Dampak bagi pelanggan dan politik serikat

Kevin Gallagher, anggota komite pengorganisasian dan komite perundingan awal, menilai penutupan gerai Towson juga akan menyulitkan pelanggan yang bergantung pada transportasi umum untuk mendapat layanan ahli Apple. Ia melihat langkah perusahaan sebagai bentuk pembalasan terhadap gerakan serikat pekerja di Baltimore.

“Apple benar-benar meludahi wajah semua orang di Baltimore untuk membalas dendam pada serikat pekerja,” kata Gallagher.

Gallagher juga berharap perubahan kepemimpinan di Apple dapat membawa pendekatan baru terhadap pekerja ritel. Meski begitu, ia menegaskan serikat pekerja masih dibutuhkan untuk menjaga standar perlakuan yang adil bagi karyawan. Pihak IAM kini disebut tengah membangun koalisi dengan pemimpin lokal dan pejabat publik untuk menekan kebijakan perusahaan terkait penutupan toko Towson.

Exit mobile version