
Sejumlah perjalanan kereta api dari dan menuju wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta dibatalkan karena gangguan jalur di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, yang masih dalam tahap evakuasi dan normalisasi. Pembatalan ini berlaku pada Rabu (29/4) dan berdampak pada sejumlah perjalanan jarak jauh maupun kereta tambahan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang yang terdampak. Informasi pembatalan juga sudah dikirimkan melalui SMS dan WhatsApp blast agar penumpang segera mengetahui perubahan perjalanan.
Daftar perjalanan yang dibatalkan
Berdasarkan data per pukul 06.00 WIB, pembatalan mencakup KA 267 Banyubiru relasi Solo Balapan–Semarang Tawang dan KA 268 Banyubiru relasi Semarang Tawang–Solo Balapan. Selain itu, KA 152 dan 151 Brantas relasi Pasar Senen–Blitar PP juga tidak beroperasi pada jadwal tersebut.
Pembatalan juga berlaku untuk KA 251 dan 252B Jayakarta relasi Pasar Senen–Surabaya Gubeng PP. Di sisi lain, KA 245B dan 246B Majapahit relasi Pasar Senen–Malang PP ikut terdampak oleh kondisi jalur yang belum pulih.
Kereta lain yang dibatalkan meliputi KA 103B dan 104B Bogowonto relasi Pasar Senen–Lempuyangan PP. Selain itu, KA 7007C dan 7008C Kereta Api Tambahan relasi Yogyakarta–Gambir PP serta KA 161 dan 162 Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen PP juga masuk daftar pembatalan.
Layanan pengembalian tiket bagi penumpang
KAI menegaskan bahwa penumpang terdampak tetap mendapat hak layanan sesuai ketentuan. Untuk perjalanan yang dibatalkan, biaya tiket dikembalikan 100 persen di luar biaya pemesanan.
Proses refund dapat dilakukan di loket stasiun yang tersedia, melalui Contact Center 121, atau lewat aplikasi Access by KAI. Pengajuan pengembalian dibuka hingga tujuh hari dari jadwal keberangkatan.
Penanganan gangguan jalur masih berlangsung
KAI Daop 6 Yogyakarta menyebut penanganan di lokasi gangguan masih terus dilakukan agar jalur kereta api kembali normal. Rekayasa pola operasi juga diterapkan untuk menjaga keselamatan perjalanan saat kondisi belum sepenuhnya pulih.
Langkah tersebut, menurut KAI, juga mencakup pembatalan sejumlah perjalanan yang terdampak keterlambatan tinggi. Perusahaan menegaskan tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan bagi seluruh pengguna jasa kereta api sambil terus berkoordinasi untuk percepatan pemulihan operasional.









