Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menetapkan Fauzi Arfan sebagai Ketua Umum untuk periode 2026–2029. Fauzi saat ini menjabat Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah dan terpilih melalui Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Tahun 2026.
Pemilihan itu diikuti tiga kandidat, yaitu At Yaltha dari PT Asuransi Jasindo Syariah, Fauzi Arfan dari PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah, dan Yurivanno Gani dari PT Asuransi Takaful Keluarga. Dari pemungutan suara yang diikuti 44 perusahaan anggota, Fauzi keluar sebagai pemenang dan menggantikan Rudy Kamdani yang memimpin AASI pada periode 2023–2026.
Arah kepemimpinan baru AASI
Dalam sambutan perdananya, Fauzi menegaskan fokus awalnya adalah membangun fondasi organisasi yang lebih kuat. Ia menyebut konsolidasi internal, penguatan sinergi antaranggota, dan penyusunan peta jalan menuju kemandirian industri asuransi syariah sebagai prioritas utama.
Fauzi juga ingin AASI menjadi asosiasi yang mandiri dan mampu mendorong anggotanya agar lebih berdaya saing. Ia menempatkan penguatan kelembagaan, pengembangan agen yang profesional, perluasan literasi dan inklusi pasar, serta peningkatan peran dalam kebijakan dan regulasi sebagai agenda penting.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi industri untuk menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat. Langkah itu dinilai sejalan dengan kebutuhan industri asuransi syariah yang terus menuntut kepercayaan publik, kapasitas organisasi, dan keberpihakan pada pengembangan pasar.
Dewan Pengawas AASI turut ditetapkan
RALB AASI juga menetapkan susunan Dewan Pengawas untuk periode 2026–2029. Pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara yang melibatkan delapan kandidat.
Berdasarkan hasil pemilihan, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas. Dua nama lain yang dipilih sebagai Anggota Dewan Pengawas AASI adalah Tati Febriyanti dan R. Arry Bagoes Wibowo.
Jejak panjang Fauzi di industri asuransi
Melansir laman Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Fauzi Arfan merupakan lulusan Fakultas Matematika Universitas Padjajaran pada 1993. Ia kemudian menempuh pendidikan magister Ekonomi Syariah di Universitas Trisakti pada 2003.
Fauzi juga memperoleh sejumlah kualifikasi profesional, termasuk Fellow Society of Actuaries of Indonesia (FSAI) dan Ajun Ahli Asuransi Jiwa (AAAIJ). Bekal akademis dan sertifikasi itu memperkuat posisinya di industri asuransi, terutama pada bidang yang menuntut pemahaman teknis dan tata kelola yang kuat.
Kariernya dimulai sebagai Penasihat Teknis di AJB Bumiputera 1912 pada 1994–1998. Setelah itu, ia bekerja di sejumlah perusahaan asuransi, termasuk PT Asuransi AIA Indonesia, PT Sun Life Financial Indonesia, dan PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri.
Pada Juni 2015 hingga November 2023, Fauzi menjabat Chief Finance Officer di PT Great Eastern Life Indonesia. Saat ini, ia aktif sebagai CEO PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah sejak Mei 2025.
Selain di perusahaan, Fauzi juga aktif di organisasi profesi. Sejak 2021, ia menjadi anggota Majelis Aktuaris Indonesia dari Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan sejak 2019 menjadi anggota Dewan Pengurus AAJI.
Di AAJI, Fauzi kini menjabat Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, dan GCG. Posisi itu menunjukkan keterlibatannya yang panjang dalam pengembangan industri, terutama pada aspek produk, tata kelola, dan penguatan manajemen risiko.
Source: finansial.bisnis.com






