DJP Jakarta Pusat Turun Ke Sarinah Dan TIM, Wajib Pajak Dibantu Langsung Lapor SPT Tanpa Ribet

Author: Qoo Media

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak atau DJP Jakarta Pusat membuka layanan pendampingan pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan di dua ruang publik, yakni Sarinah Thamrin dan Taman Ismail Marzuki. Layanan yang dikemas dengan nama “ngisi bareng” ini ditujukan untuk membantu wajib pajak orang pribadi yang masih membutuhkan panduan sebelum batas pelaporan berakhir.

Petugas pajak disiagakan di dua lokasi tersebut pada pukul 15.00 hingga 20.00 WIB. Langkah jemput bola ini dipakai agar masyarakat bisa memperoleh bantuan teknis secara langsung, terutama saat menggunakan aplikasi Coretax DJP.

Fokus pada wajib pajak orang pribadi

Kepala Kanwil DJP Jakarta Pusat Kindy Rinaldy Syahrir mengatakan layanan ini hadir agar proses pelaporan SPT bisa berjalan lebih mudah dan tuntas. “Kami hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan proses pelaporan SPT dapat dilakukan dengan mudah dan tuntas,” ujarnya.

Ia menambahkan, wajib pajak cukup datang ke lokasi dan petugas akan mendampingi hingga proses selesai. Pendampingan ini diarahkan untuk membantu mereka yang belum menyampaikan laporan tahunan karena terkendala pemahaman terhadap sistem aplikasi.

Menurut DJP, percepatan kepatuhan menjadi sasaran utama dari kegiatan tersebut. Kehadiran layanan di ruang publik juga diharapkan bisa mengurangi hambatan teknis yang kerap membuat sebagian wajib pajak menunda pelaporan.

Dibawa ke ruang publik agar lebih mudah dijangkau

Pemilihan Sarinah dan TIM memberi akses yang lebih dekat bagi masyarakat yang beraktivitas di pusat kota. DJP Jakarta Pusat memanfaatkan lokasi ikonik itu untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus menghadirkan suasana pelaporan yang lebih terbuka dan mudah diakses.

Pendekatan ini sejalan dengan upaya jemput bola yang tidak hanya menunggu wajib pajak datang ke kantor pajak. Dengan model layanan langsung di tengah aktivitas publik, DJP berharap masyarakat bisa menyelesaikan kewajiban perpajakan tanpa harus menghadapi hambatan teknis sendirian.

Kindy juga menegaskan bahwa kehadiran layanan langsung ini ditujukan untuk mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya memenuhi kewajiban perpajakan tepat waktu. Fokus utamanya tetap pada penyampaian SPT yang benar dan selesai sesuai prosedur.

Dikemas lebih santai agar menarik partisipasi

Selain bantuan teknis, DJP Jakarta Pusat juga menyiapkan kopi gratis dan doorprize bagi pengunjung. Unsur interaktif ini disiapkan untuk menciptakan suasana yang lebih santai sehingga kegiatan pelaporan pajak terasa tidak terlalu kaku.

Kemasannya dirancang agar masyarakat lebih tertarik datang, bertanya, dan menyelesaikan pelaporan di lokasi. Dalam praktiknya, pendekatan semacam ini membantu mengubah proses administratif yang biasanya dianggap rumit menjadi lebih akrab bagi pengunjung ruang publik.

DJP menilai sejumlah keterlambatan laporan kerap muncul karena persoalan teknis dan minimnya pemahaman terhadap prosedur. Karena itu, bantuan langsung dinilai penting untuk menutup celah informasi yang masih membuat sebagian wajib pajak ragu memulai proses pelaporan.

Imbauan untuk segera akses informasi resmi

Di tengah layanan langsung itu, Kanwil DJP Jakarta Pusat tetap mengingatkan masyarakat untuk memeriksa informasi resmi melalui laman pajak.go.id. Situs tersebut disebut sebagai rujukan utama untuk memperoleh keterangan tambahan mengenai batas akhir pelaporan dan informasi perpajakan lainnya.

Imbauan ini penting agar wajib pajak tidak hanya bergantung pada bantuan di lokasi, tetapi juga memahami alur pelaporan secara mandiri. Dengan begitu, proses pelaporan SPT dapat berjalan lebih lancar dan peluang keterlambatan bisa ditekan sejak awal.

Terbaru