PT Medco Energi Internasional Tbk membukukan laba bersih USD67 juta pada kuartal I-2026, melonjak dari periode sebelumnya. Kinerja ini ditopang oleh kenaikan produksi minyak dan gas, serta kontribusi yang lebih kuat dari segmen ketenagalistrikan dan pertambangan.
CEO MedcoEnergi Roberto Lorato menyebut awal tahun 2026 berjalan baik bagi perseroan. Ia mengatakan peningkatan produksi dan perbaikan kontribusi bisnis lain mendorong kenaikan EBITDA dan laba bersih perusahaan.
Kenaikan pendapatan dan EBITDA
MedcoEnergi mencatat EBITDA sebesar USD351 juta pada kuartal I-2026. Pendapatan perseroan juga naik 19 persen secara tahunan menjadi USD668 juta.
Kenaikan itu terutama berasal dari volume produksi minyak dan gas yang lebih tinggi. Perseroan juga mendapat tambahan partisipasi di blok Corridor dan dukungan produksi dari lapangan Forel serta Terubuk.
Harga minyak rata-rata terealisasi tercatat USD75 per barel, lebih tinggi dibandingkan USD63 per barel pada kuartal IV-2025. Pada Maret, harga minyak bahkan sempat menyentuh USD94 per barel.
Harga gas turut membaik menjadi USD7,2 per mmbtu dari sebelumnya USD6,7 per mmbtu pada kuartal sebelumnya. Roberto menyebut ketegangan geopolitik di Timur Tengah ikut mendorong kenaikan harga minyak dan berdampak positif pada penjualan minyak dan gas ekspor perusahaan.
Produksi migas dan listrik ikut menguat
Produksi minyak dan gas MedcoEnergi naik menjadi 169 ribu barel setara minyak per hari atau mboepd, meningkat 18 persen secara tahunan. Produksi itu berasal dari sejumlah aset utama seperti Natuna, Corridor, Senoro, dan Oman.
Perseroan juga mencatat temuan baru dari eksplorasi di Oman. Selain itu, MedcoEnergi menandatangani PSC Cendramas yang menandai kembalinya perusahaan ke Malaysia sebagai operator blok lepas pantai.
Di segmen ketenagalistrikan, penjualan listrik naik 21 persen secara tahunan menjadi 1.053 GWh. Porsi energi terbarukan juga meningkat menjadi 28,5 persen dari total penjualan listrik, yang menunjukkan peran energi bersih makin besar dalam portofolio perseroan.
Biaya terjaga dan likuiditas kuat
Dari sisi efisiensi, biaya produksi minyak dan gas berada di level USD9,0 per barel setara minyak atau boe. Angka ini masih sesuai dengan panduan tahunan perseroan dan menunjukkan biaya operasional tetap terkendali.
Kas dan setara kas perusahaan mencapai USD598 juta. Rasio utang bersih terhadap EBITDA juga stabil di 1,7 kali, sehingga struktur keuangan MedcoEnergi tetap terjaga.
Perseroan mempertahankan peringkat kredit idAA- dari Pefindo. MedcoEnergi juga memegang peringkat internasional BB- dari Fitch dan S&P, serta Ba3 dari Moody’s.
Kontribusi bisnis lain dan target tahun ini
Kontribusi dari Amman Mineral Internasional turut memperkuat hasil MedcoEnergi pada kuartal I-2026. Entitas tersebut membukukan laba bersih USD34 juta pada periode yang sama.
Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro menegaskan perseroan akan menjaga kinerja positif hingga akhir tahun. Ia menekankan fokus perusahaan pada keunggulan operasional, disiplin pengelolaan keuangan, dan pertumbuhan jangka panjang.
Untuk tahun 2026, MedcoEnergi menargetkan produksi minyak dan gas di kisaran 165–170 mboepd. Perseroan juga menargetkan penjualan listrik sebesar 4.550 GWh, dengan alokasi belanja modal USD415 juta untuk segmen minyak dan gas serta USD15 juta untuk ketenagalistrikan.
Kombinasi kenaikan produksi, harga jual yang lebih baik, serta kontribusi dari bisnis listrik dan pertambangan membuat awal tahun MedcoEnergi terlihat solid. Dengan target operasional yang masih dijaga dan posisi keuangan yang stabil, perseroan memasuki sisa tahun dengan pijakan yang relatif kuat.
Source: www.medcom.id