PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat lonjakan tajam pada transaksi contactless di awal 2026. Dalam periode Januari hingga Maret 2026, frekuensi transaksi tanpa sentuh itu tumbuh 1.144 persen secara tahunan.
Kenaikan tersebut menunjukkan perubahan perilaku nasabah yang makin mengutamakan kecepatan dan kepraktisan saat bertransaksi. Penggunaan kartu debit contactless ikut memperkuat ekosistem pembayaran digital di Indonesia.
Secara nilai, pertumbuhannya bahkan lebih besar lagi. Transaksi contactless BRI naik 1.195 persen secara tahunan dan menembus Rp15,9 triliun hingga akhir triwulan pertama 2026.
Basis pengguna ikut meluas
Pertumbuhan transaksi berjalan seiring dengan bertambahnya jumlah kartu debit contactless yang beredar. Sejak pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2024, jumlah kartu yang dipegang nasabah telah mencapai 1 juta unit.
BRI menyebut jumlah itu tumbuh 796 persen secara tahunan. Peningkatan ini memberi gambaran bahwa adopsi layanan nirsentuh tidak hanya datang dari frekuensi transaksi, tetapi juga dari perluasan basis pengguna.
Ekspansi juga terjadi pada sisi infrastruktur pembayaran. BRI terus menambah mesin EDC Merchant yang sudah mendukung teknologi Near Field Communication atau NFC.
Langkah itu diarahkan untuk membuat ekosistem pembayaran lebih terintegrasi. Pelaku usaha ritel juga diharapkan bisa melayani pelanggan dengan lebih mudah melalui dukungan transaksi nirsentuh.
Dorongan dari strategi transformasi
Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyebut penguatan ekosistem pembayaran digital menjadi pilar penting dalam strategi transformasi perusahaan yang disebut BRIvolution Reignite. Salah satu fokusnya ada pada pilar Transform the Funding Franchise.
Aquarius mengatakan pengembangan layanan seperti contactless menjadi bagian dari upaya memperkuat funding perseroan. Ia menjelaskan BRI mendorong peningkatan aktivitas transaksi nasabah lewat pengembangan ekosistem pembayaran di segmen ritel agar transaksi lebih mudah dan basis dana murah ikut menguat.
Pertumbuhan transaksi contactless juga berdampak pada kinerja pendapatan berbasis komisi. Pendapatan dari layanan contactless dilaporkan tumbuh 770,5 persen secara tahunan.
Capaian itu menunjukkan layanan pembayaran nirsentuh bukan hanya mendorong volume transaksi. Layanan ini juga memberi kontribusi nyata terhadap sumber pendapatan nonbunga perseroan.
Keamanan tetap dijaga
Di tengah akselerasi penggunaan, BRI menempatkan keamanan sebagai prioritas. Teknologi NFC yang dipakai memungkinkan komunikasi data hanya dalam jarak sangat dekat untuk menekan risiko penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Bank juga menerapkan protokol keamanan berlapis. Mekanismenya mencakup enkripsi data, pembatasan nominal transaksi tertentu, dan pemantauan secara real-time.
Pengamanan tersebut dirancang untuk menjaga kepercayaan nasabah saat bertransaksi secara digital. Di saat yang sama, BRI melihat adopsi contactless sebagai bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat menuju sistem pembayaran yang lebih cepat, praktis, dan aman.
Aquarius menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan efektivitas transformasi digital BRI. Perseroan juga tetap menargetkan pengembangan ekosistem pembayaran yang terintegrasi agar layanan contactless terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat modern.







