Vila Nova de Famalicão Tata Ulang Pasar Mingguan, 100 Lapak Dipindah dan Sewa Dipotong 30 Persen

Pemerintah Kota Vila Nova de Famalicão mulai menata ulang pasar mingguan dengan membuka pendaftaran relokasi pedagang ke lokasi baru di dalam area pasar. Kebijakan ini menjadi bagian dari restrukturisasi ruang publik yang ditujukan untuk membuat aktivitas komersial di wilayah itu lebih menarik.

Sebanyak 100 tempat usaha kosong disiapkan bagi pedagang yang sudah memiliki hak eksploitasi resmi. Pendaftaran dibuka mulai Senin, 11 Mei 2026, dan berlangsung selama sepuluh hari kerja melalui formulir elektronik di situs resmi pemerintah kota.

Langkah relokasi ini tidak berdiri sendiri. Otoritas kota juga mengubah klasifikasi area ekonomi dan menyesuaikan batas-batas lokasi penjualan agar penataan lapangan lebih teratur.

Pemerintah kota menyebut perubahan itu sebagai upaya untuk menjadikan feira semanal de Famalicão lebih atraktif dan memperbaiki aktivitas komersial di sana. Arah kebijakan ini dibahas bersama eksekutif kota, Asosiasi Pedagang Distrik Porto, Douro, dan Minho, serta Asosiasi Pasar Wilayah Utara.

Penataan baru juga mengikuti regulasi akses pasar yang sudah diterapkan sejak Maret. Aturan tersebut menuntut pedagang disiplin membayar biaya pendudukan lahan, menaati batas ruang yang diberikan, dan menjaga kebersihan area dengan mengumpulkan sampah pada akhir hari kerja.

Di sisi lain, pemerintah kota menambahkan insentif untuk membantu pedagang menghadapi tekanan ekonomi. Biaya sewa dipotong 30 persen dan keringanan itu direncanakan berlaku hingga akhir tahun 2026.

Kebijakan ini disiapkan sebagai respons terhadap kondisi ekonomi internasional dan cuaca buruk pada awal tahun. Dengan relokasi pedagang, penataan ruang, dan insentif biaya, pemerintah kota berharap pasar mingguan tetap menjadi pusat kegiatan perdagangan yang lebih tertib dan menarik bagi pengunjung maupun pelaku usaha.

Regulasi operasional pasar yang baru sudah mendapat persetujuan dari dewan eksekutif. Dokumen tersebut masih akan dibahas dalam tahap diskusi publik sebelum diterapkan sepenuhnya di lapangan.

Terkait