Mangkunegaran Run Jadi Gerakan Menyelamatkan Gajah Sumatra, Ribuan Pelari Turun Tangan

Mangkunegaran Run 2026 menjadi lebih dari sekadar ajang lari dalam rangka perayaan Adeging Mangkunegaran 269 tahun. Kegiatan ini juga dipakai untuk menggerakkan kampanye lingkungan Move for Elephants yang mengajak peserta ikut membantu penyelamatan habitat gajah Sumatra.

Melalui kolaborasi Permata Bank, Pura Mangkunegaran, dan WWF-Indonesia, ribuan pelari diajak menghubungkan olahraga, budaya, dan aksi konservasi dalam satu agenda. Fokus utamanya tertuju pada pemulihan ekosistem Bukit Tigapuluh, Jambi, yang disebut sebagai rumah bersama bagi gajah Sumatra dan masyarakat setempat, khususnya Suku Talang Mamak.

Olahraga yang diarahkan ke aksi lingkungan

Dalam konsep kampanye ini, partisipasi pelari tidak berhenti di garis finis. Estimasi emisi karbon terhindarkan dari para peserta dihitung lalu dikonversikan menjadi sejumlah pohon yang akan ditanam di titik-titik gundul di Bukit Tigapuluh.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan pendekatan tersebut diharapkan memperluas makna Mangkunegaran Run 2026. Menurut dia, ajang ini tidak hanya menjadi pengalaman budaya dan olahraga, tetapi juga kontribusi kolektif untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.

Permata Bank menyebut pelestarian ekosistem Bukit Tigapuluh sudah menjadi fokus program Corporate Social & Environmental Responsibility atau CSER sejak 2024. Upaya itu dijalankan melalui kolaborasi dengan WWF-Indonesia sebagai bagian dari misi menghijaukan bumi.

Dukungan dari Mangkunegaran dan WWF-Indonesia

Pura Mangkunegaran menyambut baik inisiatif yang memberi nilai tambah pada perhelatan Adeging Mangkunegaran. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro X menegaskan bahwa acara tahunan itu memang menjadi bentuk semangat dan rasa syukur atas kebudayaan yang terus berkembang.

Ia juga mengapresiasi Move for Elephants karena dinilai membawa manfaat nyata bagi penyelamatan habitat gajah Sumatra. Dukungan tersebut membuat unsur budaya dalam perayaan Mangkunegaran terasa semakin relevan dengan isu yang dihadapi hari ini.

Dari sisi konservasi, CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda menekankan bahwa pelestarian lingkungan memerlukan kerja sama banyak pihak. Ia menyatakan apresiasi atas langkah Permata Bank yang mengintegrasikan kampanye lingkungan ke dalam penyelenggaraan Mangkunegaran Run.

Capaian partisipasi pelari

Berdasarkan kalkulasi Katadata Green yang bekerja sama dengan Jejakin, Mangkunegaran Run 2026 mencatat estimasi 6.704 CO₂e karbon terhindarkan. Angka itu dihimpun dari partisipasi 7.700 pelari yang ikut dalam ajang tersebut.

Data itu memperlihatkan bagaimana kegiatan olahraga massal bisa diarahkan menjadi gerakan yang memiliki dampak lingkungan terukur. Dalam konteks ini, lari tidak hanya menghasilkan partisipasi publik, tetapi juga mendorong dukungan konkret bagi pemulihan habitat di Bukit Tigapuluh.

Arah kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa perayaan budaya dapat menjadi ruang untuk menyampaikan pesan konservasi secara lebih luas. Melalui Mangkunegaran Run 2026, semangat olahraga, tradisi, dan perlindungan gajah Sumatra dipertemukan dalam satu gerakan yang menautkan manfaat bagi alam dan masyarakat sekitar.

Source: www.medcom.id
Terkait