OJK Buka Suara Soal Kredit Murah Prabowo, Ini Syarat Agar Tak Macet

Otoritas Jasa Keuangan menilai rencana Presiden Prabowo Subianto menyalurkan kredit murah melalui bank milik negara sebagai langkah yang baik. OJK melihat program itu berpotensi menjadi kesempatan bisnis yang berkelanjutan jika dijalankan dengan tata kelola dan manajemen risiko yang kuat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan program tersebut bisa memberi manfaat yang lebih luas, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok unbankable. Menurut dia, akses pembiayaan yang lebih terjangkau perlu dirancang agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkesinambungan.

OJK minta bank jaga kualitas penyaluran kredit

Dian mendorong perbankan memperkuat tata kelola saat menjalankan program kredit murah itu. Ia menegaskan kebijakan tersebut harus sesuai dengan risk appetite dan expertise bank agar pelaksanaannya tetap sehat.

OJK juga meminta bank memperhatikan pengawasan yang lebih ketat. Lembaga itu mendorong pelaksanaan stress test secara berkala untuk melihat ketahanan permodalan dan kualitas aset dalam berbagai skenario ekonomi.

Selain itu, bank diminta membentuk pencadangan yang memadai sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah itu penting untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit yang bisa muncul di kemudian hari.

Prinsip 5C tetap jadi acuan

Di tengah rencana penyaluran kredit dengan bunga rendah, industri perbankan juga diminta tetap berpegang pada prinsip 5C. Prinsip itu mencakup character, capacity, capital, collateral, dan condition of economy dalam menilai kelayakan debitur.

OJK menilai penerapan prinsip tersebut penting agar kualitas pembiayaan tetap terjaga. Dengan cara itu, program kredit rakyat tidak hanya cepat tersalurkan, tetapi juga tetap terkendali dari sisi risiko.

Dian menegaskan OJK akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan lain. Koordinasi ini diperlukan supaya Program Kredit Rakyat tepat sasaran, termitigasi dengan baik, serta berjalan sehat dan berkelanjutan.

Prabowo dorong kredit berbunga maksimal 5%

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan rencana pemberian kredit berbunga murah dalam pidato pada peringatan Hari Buruh Internasional. Ia menyebut masyarakat kecil selama ini kerap berhadapan dengan pinjaman berbunga tinggi, bahkan mencapai 70% per tahun.

Prabowo mengatakan telah memberi arahan kepada bank-bank milik negara agar menyalurkan kredit dengan bunga maksimal 5% untuk tenor 1 tahun. Namun, ia belum menjelaskan kapan kebijakan itu mulai diterapkan.

Rencana ini menjadi perhatian karena menyasar kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pembiayaan formal. Di sisi lain, OJK menekankan bahwa perlu ada pengelolaan yang hati-hati agar program tersebut tidak hanya meringankan beban bunga, tetapi juga tetap menjaga kesehatan industri perbankan.

Source: finansial.bisnis.com
Exit mobile version