Nicholas Saputra Dipilih Sido Muncul, Tolak Angin Disiapkan Menembus Generasi Muda Lewat Sains

Author: Qoo Media

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk resmi menunjuk Nicholas Saputra sebagai Brand Ambassador Tolak Angin di Jakarta pada Senin, 18 Mei 2026. Langkah ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-75 perusahaan sekaligus upaya mendorong generasi muda mengenal jamu yang disebut telah teruji secara ilmiah.

Penunjukan itu tidak hanya menambah wajah baru dalam promosi Tolak Angin, tetapi juga menegaskan arah bisnis Sido Muncul yang makin menonjolkan riset. Perusahaan menempatkan pembuktian ilmiah sebagai dasar utama untuk menjaga relevansi produk herbal di tengah perubahan perilaku konsumen.

Fokus pada riset dan pembuktian ilmiah

Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, menyebut perusahaan kini memperkuat riset intensif selama masa perayaan 75 tahun. Untuk mendukung langkah tersebut, Sido Muncul telah melengkapi fasilitasnya dengan laboratorium farmakologi, peralatan uji modern, dan tenaga ahli yang kompeten.

Irwan menegaskan bahwa perusahaan ingin menghasilkan produk kesehatan berbasis bukti, bukan sekadar pengalaman turun-temurun. Ia juga mengatakan hasil riset akan dipublikasikan secara terbuka melalui SidoHerbalPedia agar masyarakat dapat melihat pembuktian efektivitas produk herbal yang dipasarkan.

Menurut Irwan, hasil riset yang dilakukan dalam beberapa bulan hingga setahun ke depan akan menjadi bukti ilmiah atas khasiat produk-produk jamu perusahaan. Ia juga menekankan bahwa pendekatan berbasis riset diharapkan memberi dampak lebih luas bagi pengembangan obat herbal di Indonesia.

Nicholas Saputra dipilih karena dinilai selaras dengan pesan merek

Di sisi promosi, Tolak Angin akan hadir lewat iklan bertema perjalanan yang menyoroti proses bahan baku, produksi, hingga pengujian laboratorium. Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat, menjelaskan bahwa iklan itu mengikuti perjalanan Nicholas Saputra untuk melihat langsung bagaimana produk tersebut dibuat dan diteliti.

Maria menyebut Nicholas dikenal sangat selektif dan kritis sebelum menerima tawaran menjadi representasi merek. Ia menambahkan, aktor tersebut juga merupakan konsumen Tolak Angin, khususnya varian Tolak Angin Flu, sehingga proses kerja sama berlangsung lebih selaras.

Nicholas sendiri mengatakan bahwa dirinya merasa bertanggung jawab terhadap kualitas produk yang diwakilinya. Ia mengaku sudah cukup lama menggunakan Tolak Angin dan menempatkannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Dorong generasi muda dan warisan jamu nusantara

Sido Muncul memandang kolaborasi ini sebagai cara menyampaikan pesan kepada generasi muda dengan bahasa yang lebih dekat. Manajemen menilai keterlibatan figur publik yang dikenal luas dapat membantu memperkuat pemahaman tentang isi pesan iklan dan pentingnya menjaga warisan jamu nusantara.

Nicholas juga menyatakan komitmennya untuk mengajak publik, terutama anak muda, mengapresiasi warisan leluhur dalam bentuk jamu. Ia menilai Tolak Angin menjadi cara yang praktis untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus mengenalkan jamu dalam format yang mudah diterima.

Andy F Noya, Jurnalis Senior sekaligus Brand Ambassador Tolak Angin, menilai kekuatan Sido Muncul bertahan karena riset. Ia menyebut tradisi saja tidak cukup di era sekarang dan validasi sains menjadi penting agar kearifan lokal tetap relevan.

Ekspansi produk dan dukungan pada ketahanan farmasi

Selain memperkuat pembuktian produk yang sudah ada, Sido Muncul juga berencana memperluas lini ke sektor suplemen makanan. Irwan menyebut pengembangan itu diarahkan untuk membantu penanganan penyakit kronis seperti kolesterol, kencing manis, hingga kanker.

Mohammad Adib Khumaidi, Komisaris Independen Sido Muncul, menilai penguatan industri herbal dapat mendukung ketahanan farmasi nasional. Ia menyebut komitmen itu bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga potensi untuk meningkatkan ekonomi dan kesehatan masyarakat Indonesia.

Dengan kerja sama bersama Nicholas Saputra, Sido Muncul menempatkan riset, kredibilitas publik figur, dan pengembangan produk sebagai satu rangkaian strategi. Perusahaan berharap pendekatan itu dapat membuat jamu modern tetap relevan tanpa meninggalkan akar tradisi yang selama ini menjadi identitas Tolak Angin.

Terbaru