Dividen Final Chandra Asri Hanya Rp6,07 per Saham, Di Balik Laba US$1,09 Miliar Dan Ekspansi Besar

PT Chandra Asri Pacific Tbk memastikan pembagian sisa dividen final tahun buku 2025 senilai US$30 juta atau setara Rp6,07341 per saham. Kepastian ini menjadi kabar penting bagi investor karena melengkapi total alokasi dividen tahun buku 2025 yang mencapai US$50 juta.

Sisa dividen tersebut bernilai Rp529,98 miliar berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia per 19 Mei 2026 sebesar Rp17.666 per dolar AS. Sebelumnya, perseroan telah menyalurkan dividen interim sebesar US$20 juta pada 28 November 2025.

Kebijakan pembagian dividen ini ditopang oleh laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sepanjang 2025 sebesar US$1,09 miliar. Dari laba itu, manajemen menetapkan US$3 juta sebagai dana cadangan dan menahan US$1,03 miliar untuk memperkuat struktur permodalan.

General Manager of Legal & Corporate Secretary PT Chandra Asri Pacific Tbk, Erri Dewi Riani, menyampaikan bahwa pembagian dividen tunai tersebut sudah sesuai hasil RUPS Tahunan pada 13 Mei 2026. Perseroan juga telah menyampaikan dasar hukum penentuan hak pemegang saham kepada otoritas bursa.

Bagi investor yang ingin masuk daftar penerima dividen, jadwal penting sudah ditetapkan. Cum dividen pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 25 Mei 2026, lalu ex dividen pasar reguler dan negosiasi pada 26 Mei 2026.

Tahap pencatatan pemegang saham yang berhak atau recording date dilakukan pada 29 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Pada tanggal yang sama, cum dividen pasar tunai juga berlangsung, sementara ex dividen pasar tunai ditetapkan pada 2 Juni 2026.

Pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada 17 Juni 2026. Kepastian jadwal ini memberi gambaran yang lebih jelas bagi investor yang mencermati potensi imbal hasil dari saham emiten petrokimia tersebut.

Di pasar, data bareksa.com menunjukkan harga saham TPIA berada di level Rp3.120 pada penutupan perdagangan 19 Mei 2026. Dari harga itu, estimasi yield dividen sekitar 0,19 persen dengan payout ratio sebesar 2,75 persen.

Dari sisi fundamental, perusahaan mencatat total ekuitas sebesar US$4,66 miliar dan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar US$1,71 miliar. Angka tersebut memberi ruang bagi perseroan untuk menjalankan kebijakan modal sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan.

Selain membagikan dividen, Chandra Asri Pacific juga tetap agresif menjalankan strategi bisnis. Sepanjang periode 2025 hingga awal 2026, perseroan mengeksekusi akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte Ltd serta jaringan SPBU Esso di Singapura.

Perseroan juga terus melanjutkan pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon. Di saat yang sama, perusahaan menyiapkan penawaran umum perdana saham atau IPO bagi anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI).

Manajemen menyebut perusahaan terus berupaya memperkuat ketahanan bisnis melalui pengembangan portofolio usaha yang lebih terintegrasi dan terdiversifikasi. Fokus itu diarahkan ke sektor energi, kimia, dan infrastruktur di tengah dinamika industri.

Berita Terkait

Back to top button