AALI, UNTR, Hingga LPPF Kompak Bagi Dividen 2026, Siapa Paling Gendut?

Sejumlah emiten besar di Bursa Efek Indonesia mulai mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2025, dengan agenda pembayaran yang sudah masuk ke kalender para investor. Konsentrasi pengumuman ini terlihat pada emiten Grup Astra, disusul perusahaan ritel dan energi yang juga menyalurkan laba kepada pemegang saham.

Langkah tersebut menjadi perhatian pasar karena beberapa emiten menetapkan nilai dividen yang relatif besar dan didukung oleh kinerja laba bersih yang solid. Di tengah minat investor terhadap saham pembagi dividen, rincian nominal, jadwal cum dividen, hingga tanggal pembayaran menjadi informasi yang paling dicermati.

AALI jadi salah satu pembagi dividen terbesar

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memperoleh persetujuan RUPST pada 15 April 2026 untuk membagikan total dividen Rp458 per saham. Total dana yang disiapkan mencapai Rp881,5 miliar, atau setara 60 persen dari laba bersih perseroan tahun 2025 yang sebesar Rp1,47 triliun.

Pembagian itu terdiri atas dividen interim Rp123 per saham yang sudah dibayarkan sebelumnya. Sisa dividen final Rp335 per saham dijadwalkan cair pada 13 Mei 2026, dan nilai total yang dibagikan AALI juga tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun buku sebelumnya.

UNTR dan ASGR ikut menyalurkan laba ke pemegang saham

PT United Tractors Tbk (UNTR) juga menyetujui pembagian dividen dalam jumlah besar melalui RUPST pada 16 April 2026. Emiten alat berat dan tambang itu menetapkan dividen Rp1.663 per saham dengan total nilai Rp5,92 triliun, meski jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun buku 2024 yang mencapai Rp7,8 triliun.

Dari total pembagian itu, UNTR masih menyisakan dividen final Rp1.096 per saham. Keputusan ini menunjukkan bahwa perusahaan tetap menjaga pola pembagian keuntungan kepada investor meski nominalnya tidak setinggi tahun sebelumnya.

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) ikut mengumumkan dividen tunai Rp241 per saham atau setara Rp325 miliar. Skemanya terdiri dari dividen interim Rp30 per saham yang telah dibagikan dan dividen final Rp211 per saham yang akan menjadi pelunasan berikutnya.

LPPF dan TOBA menambah daftar emiten pembagi dividen

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menetapkan dividen Rp250 per saham melalui keterbukaan informasi pada 17 April 2026. Total pembagian mencapai Rp556,81 miliar dan bersumber dari laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat Rp725,3 miliar.

Jadwal pembayaran LPPF juga sudah tersedia, dengan cum dividen di pasar reguler pada 23 April 2026 dan ex dividen pada 24 April 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 04 Mei 2026, sehingga investor memiliki kepastian waktu untuk mencermati hak dividen yang diperoleh.

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) memastikan pembagian dividen final US$8,88 juta setelah mendapat restu RUPS pada 16 April 2026. Manajemen menyebut seluruh nilai dividen itu diambil dari saldo laba ditahan perseroan, dengan tujuan memberi nilai tambah bagi investor.

PJAA serahkan dividen sekaligus ubah susunan direksi

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menetapkan dividen Rp26,05 per saham dengan total Rp41,6 miliar. Keputusan RUPS tersebut juga menyepakati perubahan manajemen, termasuk penunjukan Syahmudrian Lubis sebagai Direktur Utama yang baru menggantikan Winarto yang mengundurkan diri.

Kebijakan dividen PJAA memperlihatkan bahwa rencana pembagian laba dapat berjalan beriringan dengan penyesuaian di tingkat kepemimpinan. Bagi investor, kombinasi antara pembagian dividen dan perubahan direksi kerap menjadi sinyal penting untuk menilai arah kebijakan perusahaan ke depan.

Jadwal yang sudah dipublikasikan

Untuk menjaga transparansi, sebagian emiten juga sudah mengumumkan jadwal pembagian dividen. AALI dan LPPF sama-sama menetapkan cum dividen pasar reguler pada 23 April 2026 dan ex dividen pada 24 April 2026.

AALI dijadwalkan membayar dividen pada 13 Mei 2026, sedangkan LPPF akan menyalurkan dividen pada 04 Mei 2026. Sementara itu, jadwal cum dividen, ex dividen, dan pembayaran untuk ASGR, UNTR, serta TOBA belum diumumkan dalam informasi yang tersedia.

Dengan rangkaian pengumuman ini, emiten-emiten besar di bursa menunjukkan komitmen untuk membagi hasil usaha kepada pemegang saham melalui skema dividen tunai. Fokus pasar kini tertuju pada realisasi pembayaran dan kesiapan masing-masing emiten memenuhi jadwal yang telah ditetapkan dalam keputusan RUPS maupun keterbukaan informasi.

Berita Terkait

Back to top button