
Tiga emiten besar di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR), sama-sama menebar dividen tahun buku 2025. Ketiganya menarik perhatian investor karena menawarkan imbal hasil yang dinilai menarik, dengan kebijakan pembagian yang didukung oleh capaian laba bersih masing-masing perusahaan.
Di antara ketiganya, UNTR mencatat potensi yield tertinggi. Perseroan menawarkan total dividen Rp1.663 per saham, yang setara dengan Rp5,92 triliun, dari laba bersih Rp14,8 triliun.
UNTR tawarkan dividen terbesar
UNTR telah membayarkan dividen interim sebesar Rp567 per saham pada Oktober 2025. Sisa dividen final sebesar Rp1.096 per saham dijadwalkan cair pada 18 Mei 2026 untuk pemegang saham yang tercatat per 28 April 2026.
Dengan skema itu, potensi imbal hasil UNTR disebut mencapai 5,28 persen. Angka ini menempatkan UNTR sebagai salah satu emiten dengan daya tarik dividen paling menonjol di kelompok tersebut.
ADRO alokasikan hampir seluruh laba
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga mengambil langkah agresif dalam pembagian dividen. Perseroan mengalokasikan 99,96 persen laba bersih tahun buku 2025, atau setara 447,5 juta dollar AS, untuk dibagikan kepada pemegang saham.
Kebijakan itu diambil meski laba bersih ADRO turun 67 persen menjadi 447,69 juta dollar AS. Setelah menyalurkan dividen interim sebesar Rp145,14 per saham pada Januari, ADRO diperkirakan masih akan membagikan dividen final sekitar Rp117 per saham.
Berdasarkan harga saham Rp2.530, yield dividen ADRO diperkirakan berada di kisaran 4,6 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa meski laba melemah, perusahaan tetap menjaga komitmen pembayaran kepada investor.
LPPF tetapkan dividen tunai Rp250 per saham
Berbeda dengan ADRO dan UNTR yang menonjol karena besaran yield, LPPF mengumumkan dividen tunai sebesar Rp250 per saham. Total nilai dividen yang disetujui mencapai Rp556,81 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 15 April 2026.
Pembagian itu didasarkan pada laba bersih LPPF yang mencapai Rp725,37 miliar per akhir Desember 2025. Pasar merespons kabar tersebut secara positif, terlihat dari penguatan saham LPPF sebesar 0,78 persen ke level Rp1.940 per lembar.
Jadwal penting bagi pemegang saham LPPF
Bagi investor yang memegang saham LPPF, ada beberapa tanggal penting yang perlu dicermati. Jadwal ini menentukan hak investor atas dividen tunai yang telah disetujui perusahaan.
- Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 23 April 2026
- Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 24 April 2026
- Cum dividen pasar tunai: 27 April 2026
- Ex dividen pasar tunai: 28 April 2026
- Pembayaran dividen: 4 Mei 2026
Tiga emiten ini menunjukkan bahwa dividen tetap menjadi salah satu faktor utama yang dicermati pasar dalam menilai saham. Dengan besaran pembayaran dan yield yang berbeda, LPPF, ADRO, dan UNTR memberi pilihan yang beragam bagi investor yang mencari pendapatan dari kepemilikan saham.









