Langkah Bank Indonesia melonggarkan Rasio Intermediasi Makroprudensial atau RIM dinilai bisa memberi dorongan tambahan bagi bank untuk menyalurkan kredit. Namun, pengaruh kebijakan itu tidak berdiri sendiri karena pertumbuhan kredit tetap sangat ditentukan oleh permintaan pembiayaan dan kondisi ekonomi secara umum.
Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Adhika Vista menilai perluasan kriteria aset dan liabilitas yang dihitung dalam RIM memberi ruang lebih besar bagi bank untuk mengelola instrumen yang masuk kategori intermediasi. Ia menyebut kebijakan tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan pembiayaan perbankan secara keseluruhan.
Ruang lebih longgar untuk bank
RIM menjadi salah satu instrumen yang dipakai BI untuk menjaga keseimbangan antara penyaluran kredit dan likuiditas perbankan. Saat aturan ini dilonggarkan, bank memiliki ruang lebih fleksibel dalam menyusun strategi pendanaan dan ekspansi kredit.
Adhika menjelaskan bahwa fleksibilitas itu penting karena bank dapat mendiversifikasi aset dan liabilitas yang diakui sebagai aktivitas intermediasi. Dengan begitu, bank punya lebih banyak pilihan dalam menjaga laju bisnis tanpa kehilangan kendali atas likuiditas.
Permintaan kredit tetap jadi penentu
Meski kebijakan BI memberi ruang tambahan, Adhika menegaskan pertumbuhan kredit tidak bisa hanya bergantung pada aturan prudensial. Permintaan kredit dari nasabah tetap menjadi faktor utama, dan hal itu dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi secara umum.
Artinya, pelonggaran RIM bisa membantu sisi penawaran kredit, tetapi penyerapan di lapangan tetap bergantung pada kebutuhan pembiayaan dunia usaha dan konsumen. Dalam kondisi ekonomi yang belum kuat, dorongan dari sisi regulasi bisa saja belum langsung tercermin dalam kenaikan kredit yang agresif.
Posisi RIM Bank Mandiri masih dalam batas BI
Per 31 Maret 2026, RIM Bank Mandiri tercatat di level 86,3%. Angka itu masih berada dalam rentang yang ditetapkan BI, yakni 84%–94%.
Posisi tersebut menunjukkan Bank Mandiri masih menjaga ruang intermediasi dengan tetap memerhatikan batas kehati-hatian. Perseroan menyebut rencana pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana selalu dihitung dengan cermat agar likuiditas tetap memadai untuk mendukung ekspansi usaha.
Pendanaan dan likuiditas tetap dijaga
Bank Mandiri juga menyatakan akan terus memantau kecukupan likuiditas dari waktu ke waktu. Pengelolaan dilakukan secara prudent dan optimal agar perseroan bisa menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan risiko.
Selain mengandalkan Dana Pihak Ketiga, bank berlogo pita emas itu juga memiliki alternatif pendanaan lain seperti wholesale funding. Pemilihan sumber dana tersebut tetap mempertimbangkan kondisi likuiditas, waktu eksekusi yang tepat, dan situasi pasar.
Dorongan kredit butuh dukungan kondisi ekonomi
Pelonggaran RIM pada akhirnya dapat menjadi katalis bagi bank untuk lebih aktif menyalurkan pembiayaan. Tetapi efektivitasnya tetap bergantung pada seberapa kuat permintaan kredit yang muncul dari aktivitas ekonomi.
Dalam konteks itu, langkah BI lebih tepat dibaca sebagai pembuka ruang bagi perbankan untuk bergerak lebih fleksibel. Di sisi lain, bank tetap perlu menjaga kualitas kredit, kecukupan likuiditas, dan pengelolaan risiko agar ekspansi yang terjadi tetap sehat dan berkelanjutan.
Source: finansial.bisnis.com






