Harga perak dunia melemah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menekan sentimen pasar. Pada perdagangan Senin, harga perak turun 0,55% ke level US$ 74,86 per ons.
Pelemahan itu terjadi saat dolar AS menguat dan investor menahan langkah sambil menunggu arah kebijakan moneter Federal Reserve. Kekhawatiran inflasi juga ikut naik karena lonjakan harga minyak dari konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Tekanan dari suku bunga tinggi
Ekspektasi suku bunga AS yang bertahan tinggi membuat pasar logam mulia bergerak hati-hati. Kondisi ini memperlemah daya tarik perak yang tidak memberikan imbal hasil, terutama saat investor menilai peluang kebijakan yang lebih ketat masih terbuka.
Data dari alat FedWatch CME Group menunjukkan pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 56% untuk setidaknya satu kali kenaikan suku bunga AS hingga akhir tahun. Angka itu mencerminkan masih kuatnya kekhawatiran terhadap arah inflasi dan respons bank sentral.
Logam mulia lain bergerak berbeda
Di saat perak melemah, platinum dan palladium justru mencatat kenaikan. Harga platinum naik 0,43% menjadi US$ 1.928,79 per ons, sedangkan palladium menguat 0,33% ke level US$ 1.362,68 per ons.
Morgan Stanley menilai pasar palladium mulai mendekati keseimbangan karena pasokan yang terbatas mampu mengimbangi penurunan permintaan dari industri otomotif. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tiap logam mulia masih merespons faktor yang berbeda, meski sentimen global sama-sama dipengaruhi ketegangan geopolitik dan suku bunga.
Fokus investor masih tertuju ke risiko global
Investor kini memantau perkembangan di Timur Tengah dan menunggu data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini. Dua faktor tersebut dinilai dapat memberi petunjuk baru soal arah harga logam mulia, terutama jika tekanan inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi tetap bertahan.
Source: www.beritasatu.com