BRI Hampir Capai Target KUR Perumahan, Kinerja Tertinggi di Program Ini

Author: Qoo Media

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI disebut mencatatkan pencapaian tertinggi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Hingga Juli 2026, realisasi KUR Perumahan BRI disebut telah mendekati 89% dari target yang diberikan kepada bank tersebut.

Capaian itu menjadi perhatian karena penyaluran KUR Perumahan ditujukan untuk memperkuat ekosistem perumahan bersubsidi. Program ini menawarkan bunga 6% per tahun atau sekitar 0,5% per bulan, sehingga cicilan dinilai lebih terjangkau bagi nasabah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi kinerja BRI dalam program tersebut. Ia menyebut KUR Perumahan sebagai program dengan capaian tertinggi di antara penyaluran KUR yang dibahas pemerintah.

“Capaiannya yang paling tinggi dari semua KUR adalah KUR Perumahan. Dan KUR Perumahan yang paling tinggi itu adalah dari pencapaian kinerja Bank BRI,” kata Maruarar dalam rapat persiapan program di Jakarta, seperti diberitakan www.suara.com.

Target Besar di Pembiayaan Rumah Subsidi

Direktur Utama BRI Hery Gunardi memaparkan bahwa target nasional pembiayaan rumah bersubsidi yang terkait dengan kementerian dan program turunannya mencapai sekitar Rp95 triliun. Nilai tersebut terdiri atas target Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Rp45 triliun dan KUR Perumahan yang meningkat dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.

BRI mengambil porsi target Rp62 triliun dalam program pembiayaan tersebut. Rinciannya adalah Rp10 triliun untuk KPR subsidi atau FLPP serta Rp52 triliun untuk KUR Perumahan.

Program Target BRI Realisasi yang Disampaikan
KUR Perumahan Rp52 triliun Hampir 89% dari target
FLPP/KPR subsidi Rp10 triliun Sekitar 32% dari target
FLPP dan KUR Perumahan Target penyaluran BRI Rp13,8 triliun atau sekitar 63%

Hery menyatakan penyaluran gabungan FLPP dan KUR Perumahan sudah mencapai Rp13,8 triliun atau sekitar 63% dari target yang disebutkan dalam pemaparannya. Dengan waktu penyaluran yang masih berjalan hingga Desember, BRI optimistis target tersebut dapat tercapai bahkan melampaui 100%.

Menurut Hery, respons masyarakat terhadap KUR Perumahan cukup tinggi karena skema subsidi menjaga bunga pinjaman tetap rendah. Pertumbuhan penyaluran juga disebut terus meningkat dan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun.

Serapan Tinggi dan Agenda Akad Massal

Maruarar turut menyoroti tingginya serapan pembiayaan dalam kegiatan sosialisasi KUR Perumahan di Bandung. Dalam satu kegiatan, realisasi pembiayaan disebut telah menembus lebih dari Rp400 miliar.

Pemerintah kemudian memasang target Rp1 triliun untuk satu kali sosialisasi di Bandung pada bulan berikutnya. Maruarar menilai capaian tersebut menunjukkan keseriusan perbankan dalam mendorong pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Rapat di Gedung BRI 1, Jakarta, juga membahas persiapan kegiatan pada 30 Juli 2026 di Batang, Jawa Tengah. Agenda itu diharapkan menggabungkan akad 62 ribu rumah subsidi dengan pelaksanaan program KUR Perumahan.

Akad rumah subsidi direncanakan berlangsung serentak di lebih dari 100 titik, dengan Batang sebagai lokasi utama kegiatan. Presiden Prabowo Subianto diharapkan hadir dalam acara yang menggabungkan dua agenda prioritas tersebut.

Maruarar menyebut pemerintah juga menyiapkan agenda akad 71 ribu rumah di Jawa Timur pada Desember. Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menghadiri akad 26 ribu rumah subsidi di Bogor pada September dan 50 ribu rumah subsidi di Serang, Banten, pada Desember tahun lalu.

Program perumahan ini melibatkan perbankan, pengembang, Tapera, PT Sarana Multigriya Finansial, pemerintah daerah, Kemendagri, BPS, ATR/BPN, serta pihak terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo.

Hery menegaskan BRI siap memenuhi target penyaluran yang diberikan pemerintah sampai akhir 2026. Ia menyatakan BRI memiliki rekam jejak memenuhi target, termasuk target penyaluran tahun lalu yang disebut tercapai 100%.

Source: www.suara.com
Terbaru