BTN Ubah Sampah Jadi Cicilan Rumah, Ekspansi ke 15 Kota Dimulai

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memperluas program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu sebagai bagian dari komitmen pengurangan emisi dari rumah tangga. Program ini menghubungkan pengelolaan sampah dengan manfaat ekonomi, sehingga sampah rumah tangga tidak lagi dipandang sebagai limbah semata.

Langkah terbaru BTN dilakukan melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus. Melalui skema ini, masyarakat dapat menyetorkan sampah anorganik dan hasilnya dikonversi menjadi nilai ekonomi yang masuk ke rekening BTN.

Sampah rumah tangga jadi sumber nilai ekonomi

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menegaskan bahwa perubahan perilaku bisa dimulai dari rumah. Menurut dia, BTN ingin mendorong kebiasaan baru yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung lingkungan.

“BTN percaya pengurangan emisi bisa dimulai dari rumah. Melalui kolaborasi dengan komunitas bank sampah lokal, kami ingin masyarakat merasakan bahwa setor sampah di BTN menjadi lebih cuan sekaligus ikut menjaga lingkungan,” ujar Setiyo saat kunjungan ke Bank Sampah Muria Berseri Kudus.

BTN juga menekankan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga memegang peran besar dalam persoalan sampah nasional. Mengutip data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, rumah tangga menyumbang sekitar 46,3% dari total produksi sampah nasional atau setara 34,1 juta ton per tahun.

Namun, dari jumlah itu baru 31,3% atau sekitar 10,7 juta ton yang berhasil dikelola. Data tersebut memperlihatkan masih besarnya ruang untuk memperkuat pengelolaan sampah dari level rumah tangga.

Jenis sampah yang bisa disetor

Dalam program ini, masyarakat dapat menyetorkan sampah anorganik yang umum ditemui di rumah. Jenis sampah yang diterima meliputi plastik, kardus, aluminium, besi, hingga kaca.

Sampah yang disetorkan kemudian dikonversi menjadi nilai ekonomi. Mekanisme ini membuat pengelolaan sampah memiliki dampak ganda, yakni membantu lingkungan dan memberi manfaat finansial bagi nasabah.

Program meluas ke 8 provinsi dan 15 kota

Hingga Maret 2026, program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu telah mengumpulkan lebih dari 1.261 kilogram sampah dari 21 klaster perumahan. Capaian ini menjadi dasar bagi BTN untuk memperluas pelaksanaan program ke wilayah yang lebih luas.

BTN menyebut program tersebut akan diperluas ke 8 provinsi dan 15 kota di Indonesia. Ekspansi ini menunjukkan upaya bank pelat merah itu untuk membawa konsep pembiayaan yang lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, program ini juga mempererat hubungan BTN dengan masyarakat. Menurut dia, BTN ingin hadir bukan hanya saat nasabah membeli rumah, tetapi juga saat membentuk kebiasaan baru yang bernilai ekonomi.

“BTN ingin hadir tidak hanya saat masyarakat membeli rumah, tetapi juga mendukung kebiasaan baru yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” kata Hermita.

Dengan pengembangan program ke lebih banyak daerah, BTN menempatkan bank sampah sebagai bagian dari ekosistem layanan yang lebih luas. Pendekatan ini membuat angsuran rumah tidak hanya terkait kewajiban pembayaran, tetapi juga terhubung dengan perilaku ramah lingkungan yang bisa dilakukan dari rumah.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version