Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total klaim industri asuransi jiwa pada kuartal I/2026 mencapai Rp38,73 triliun. Nilai tersebut naik 1,5% secara tahunan dari Rp38,16 triliun pada periode yang sama sebelumnya.
Kenaikan klaim ini menunjukkan industri masih menyalurkan perlindungan kepada masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya mereda. Ketua Bidang Literasi & Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen menyebut angka itu menjadi bukti resiliensi dan komitmen industri kepada pemegang polis.
Klaim akhir kontrak melonjak, surrender turun
Di antara komponen klaim, pembayaran untuk akhir kontrak menjadi yang paling menonjol. Nilainya melonjak 112,0% secara tahunan menjadi Rp10,45 triliun, menandakan semakin banyak pemegang polis yang menyelesaikan masa perlindungan dan menerima manfaat sesuai ketentuan polis.
Selain itu, klaim partial withdrawal atau penarikan sebagian dana investasi juga naik 10,0% menjadi Rp4,04 triliun. Sebaliknya, klaim surrender atau penghentian polis sebelum waktunya justru turun 30,4% menjadi Rp13,37 triliun.
Wianto menilai tren itu memperlihatkan bahwa semakin banyak pemegang polis bertahan hingga akhir masa perlindungan. Ia menyebut fenomena tersebut sebagai sinyal kuat bagi keberlanjutan industri asuransi jiwa.
Klaim kesehatan tetap menjadi perhatian
Dari total klaim, komponen kesehatan mencatat kenaikan yang cukup tinggi. Nilainya mencapai Rp6,72 triliun, tumbuh 15,3% secara tahunan dan menjadi salah satu pendorong utama lonjakan klaim keseluruhan.
AAJI menilai kenaikan klaim kesehatan mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan. Kondisi itu juga berkaitan dengan inflasi medis yang masih dirasakan oleh nasabah dan industri.
Rinciannya, klaim kesehatan perorangan naik 12,1% menjadi Rp4,20 triliun. Sementara itu, klaim kesehatan kumpulan meningkat lebih cepat, yakni 20,9% menjadi Rp2,52 triliun.
Klaim meninggal dunia dan klaim lain-lain menurun
Di sisi lain, klaim meninggal dunia tercatat sebesar Rp2,83 triliun. Angka itu turun tipis 0,5% secara tahunan dan menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dibandingkan komponen klaim lainnya.
Klaim lain-lain juga mengalami penurunan. Nilainya tercatat Rp1,32 triliun, merosot 19,5% dibandingkan periode yang sama sebelumnya.
Wianto menegaskan bahwa industri terus menyesuaikan diri bersama regulator agar perlindungan kesehatan tetap memberi manfaat optimal dalam jangka panjang. Fokus itu dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem asuransi kesehatan di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Dengan komposisi klaim yang masih didominasi pembayaran manfaat dan klaim kesehatan, industri asuransi jiwa tetap menunjukkan peran pentingnya sebagai penyangga perlindungan finansial bagi pemegang polis di Indonesia.
Source: finansial.bisnis.com