PT Asuransi Asei Indonesia mengungkap empat faktor utama yang mendorong laba industri asuransi umum naik secara bulanan pada Maret 2026. Berdasarkan statistik OJK, laba setelah pajak industri asuransi umum pada kuartal I/2026 tercatat Rp3,72 triliun, naik 1,6% secara month to month dari Rp3,66 triliun.
Direktur Utama Asuransi Asei, Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe, menyebut kenaikan itu tidak muncul dari satu sumber saja. Ia menilai perbaikan laba terjadi karena kombinasi kenaikan hasil underwriting, penguatan investasi, pertumbuhan premi yang lebih solid, dan membaiknya kinerja reasuransi.
Hasil underwriting jadi penopang utama
Dody menjelaskan kontributor terbesar berasal dari hasil underwriting yang naik 30,1% atau sekitar Rp1,69 triliun. Menurut dia, kondisi ini menunjukkan premi tumbuh lebih cepat dibandingkan kenaikan klaim neto, sehingga bisnis inti asuransi umum bergerak lebih sehat.
Ia juga menilai portofolio bisnis di industri asuransi umum kini semakin selektif dan cenderung lebih menguntungkan. Efektivitas pengelolaan reasuransi ikut membantu menjaga profitabilitas di tengah dinamika klaim dan biaya.
Investasi ikut menambah pendapatan
Faktor kedua datang dari hasil investasi yang tumbuh 26,2% dan memberi tambahan pendapatan yang signifikan. Dody menyebut kenaikan itu terutama berasal dari deposito dan surat berharga yang menopang kinerja industri.
Penguatan hasil investasi ini memperbesar ruang laba ketika bisnis inti juga membaik. Dalam konteks tersebut, pendapatan non-operasional tidak menjadi penopang utama, tetapi ikut memperkuat hasil akhir industri.
Premi masih lebih kuat dari klaim
Faktor ketiga adalah pertumbuhan premi yang lebih kuat dibandingkan kenaikan klaim dan biaya. Dody menyebut segmen korporasi, properti, engineering, kredit, dan perdagangan masih menjadi sumber premi yang signifikan bagi industri.
Kondisi itu membuat tekanan dari sisi beban belum menggerus pertumbuhan pendapatan secara berlebihan. Dengan struktur seperti ini, laba industri tetap terjaga meski klaim dan biaya tetap bergerak.
Reasuransi memperkuat laba industri
Faktor keempat adalah perbaikan kinerja reasuransi yang ikut memperkuat laba secara keseluruhan. Dody menilai kontribusi ini penting karena membantu menjaga kualitas kenaikan laba di industri asuransi umum.
“Dengan demikian, kenaikan laba industri pada Maret 2026 dapat dinilai sebagai kenaikan yang berkualitas,” kata Dody. Ia menegaskan, perbaikan itu lebih banyak ditopang oleh underwriting ketimbang faktor non-operasional, sehingga fundamental bisnis asuransi umum dan reasuransi terlihat lebih sehat dibandingkan posisi Februari 2026.
[crp]