BRI Siapkan Buyback Rp500 Miliar, Sinyal Keyakinan Saat Pasar Bergejolak

Author: Qoo Media

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyiapkan aksi pembelian kembali saham atau buyback fluktuatif dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Langkah ini diambil saat pasar bergerak tidak stabil, sekaligus menjadi sinyal bahwa manajemen masih percaya pada kekuatan fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang perseroan.

BRI menyebut valuasi saham BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya dan belum sepenuhnya mencerminkan kinerja maupun potensi usaha perusahaan. Karena itu, buyback diposisikan bukan hanya sebagai aksi korporasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga nilai bagi pemegang saham.

Buyback dilakukan dalam kerangka regulasi OJK

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa pelaksanaan buyback mengacu pada POJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang kebijakan menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Kebijakan ini juga merujuk pada Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026.

Pendanaan buyback akan mengikuti POJK 13/2023 dan POJK 29/2023. BRI menegaskan bahwa pembelian saham akan dilakukan pada harga yang dinilai wajar dan tetap sesuai ketentuan yang berlaku.

Kondisi pasar global ikut menjadi pertimbangan

BRI melihat aksi buyback ini dalam konteks pasar yang masih dibayangi berbagai tekanan eksternal. Tantangan tersebut mencakup ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, dan arus keluar modal dari pasar negara berkembang.

Tekanan itu turut memengaruhi pasar keuangan, termasuk pasar modal Indonesia. Dalam situasi seperti ini, buyback menjadi salah satu langkah yang dinilai relevan untuk menjaga persepsi pasar terhadap prospek perusahaan.

Likuiditas dan modal dinilai tetap kuat

Dhanny menegaskan bahwa BRI telah mempertimbangkan kondisi likuiditas dan posisi keuangan sebelum mengambil keputusan buyback. Perusahaan menyatakan aksi tersebut tidak akan memberi dampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional.

BRI juga menyebut implementasi buyback tidak mengganggu kapasitas permodalan untuk mendukung ekspansi usaha berkelanjutan dan mitigasi risiko. Setelah buyback, proforma indikator keuangan konsolidasi per 31 Maret 2026 menunjukkan Capital Adequacy Ratio atau CAR tetap di level 22,86 persen dan Return on Equity atau ROE sebesar 18,37 persen.

Saham buyback akan diarahkan ke program kepemilikan internal

Saham hasil pembelian kembali nantinya akan dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi pekerja dan/atau direksi serta dewan komisaris. Pengalihan itu dapat dilakukan setelah memperoleh persetujuan RUPS.

Skema ini menunjukkan bahwa BRI ingin mengaitkan aksi korporasi dengan penguatan keterlibatan internal perusahaan. Di saat yang sama, perusahaan tetap menempatkan prinsip tata kelola yang baik sebagai dasar pelaksanaan kebijakan.

BRI menegaskan bahwa sebagai bagian dari Danantara, perseroan akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, serta seluruh pemangku kepentingan. Perseroan juga memastikan seluruh langkah tetap berada dalam koridor regulasi dan prinsip Good Corporate Governance.

Source: www.suara.com
Terbaru