Pasar Bitcoin bergerak lebih cepat pada Senin, 15 Juni 2026 pukul 07.31 WIB, saat harganya terpantau bullish dan naik 1,93 persen dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini menarik perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Di saat sentimen global membaik, Bitcoin juga menunjukkan pemulihan teknikal yang kuat. Dalam sepekan, harganya sudah terkerek 3,63 persen ke level 65.700,73 dollar AS atau sekitar Rp 1,16 miliar dengan asumsi kurs Rp 17.860.
Reli harga setelah sempat terkoreksi
Mengutip data coinmarketcap.com, Bitcoin juga naik 0,09 persen dalam satu jam terakhir. Secara rata-rata dalam periode 24 jam, aset kripto terbesar ini bergerak stabil di zona hijau dengan pertumbuhan 1,66 persen.
Sebelum menguat, harga Bitcoin sempat tertekan di pasar spot. Pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 20.35 WIB, nilainya turun ke 64.294,69 dollar AS atau sekitar Rp 1,143 miliar.
Tekanan itu tidak berlangsung lama karena aksi beli kembali masuk ke pasar. Sekitar delapan jam setelah menyentuh titik rendah tersebut, harga Bitcoin melonjak ke 65.391,67 dollar AS atau sekitar Rp 1,12 miliar.
Pergerakan ini penting karena membawa Bitcoin keluar dari zona jenuh. Selama tiga pekan berturut-turut sebelumnya, harga masih tertahan di bawah level psikologis 64.000 dollar AS.
Dana institusional mulai kembali
Penguatan harga juga diiringi perubahan pada aliran dana. Tren outflow selama lima hari berturut-turut berakhir, lalu pasar mencatat net inflow sebesar 85,8 juta dollar AS atau setara Rp 1,52 triliun ke instrumen Bitcoin.
Masuknya dana segar ini memperlihatkan bahwa permintaan dari investor institusional mulai pulih. Di saat yang sama, tekanan jual yang sempat dominan di pasar reguler tampak mereda.
Kondisi itu juga memberi sinyal bahwa sikap hati-hati para pengelola dana besar mulai berkurang. Stabilnya kepercayaan institusi menjadi salah satu pendorong utama reli Bitcoin kali ini.
Sentimen geopolitik ikut mengerek pasar
Dari luar pasar kripto, kabar dari panggung geopolitik ikut memberi dorongan. Pemerintah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan sedang menjalani negosiasi untuk mengupayakan kesepakatan damai.
Optimisme atas peluang tercapainya perjanjian tersebut memunculkan harapan baru bagi ekonomi global. Kesepakatan itu berpotensi membuka kembali jalur perdagangan vital di Selat Hormuz dan menekan biaya serta harga energi dunia.
Kombinasi sentimen tersebut memicu aksi besar di pasar berjangka kripto. Dalam 24 jam, likuidasi posisi short massal mencapai 115,36 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,05 triliun, naik 184,74 persen dan ikut mendorong reli Bitcoin lebih tinggi.
