PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat kontribusi kepada negara sebesar Rp7,81 triliun sepanjang tahun buku 2025. Angka itu naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya dan berasal dari pajak, dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta pembayaran konsesi.
Kinerja tersebut ikut mendorong Pelindo membukukan pendapatan usaha Rp35,48 triliun pada tahun yang sama. Capaian ini tumbuh 9% secara tahunan dan ditopang oleh peningkatan aktivitas kepelabuhanan, produktivitas, serta efisiensi operasional di berbagai pelabuhan yang dikelola perseroan.
Kontribusi negara dan kinerja usaha bergerak searah
Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menyebut hasil itu lahir dari transformasi yang terus dijalankan perusahaan. Ia menegaskan bahwa penguatan layanan dan produktivitas operasional menjadi bagian dari upaya Pelindo untuk memberi nilai tambah yang lebih luas bagi negara dan masyarakat.
Pernyataan itu selaras dengan tren operasional yang menunjukkan perbaikan di sejumlah lini bisnis pelabuhan. Di tengah tekanan dan dinamika ekonomi global, Pelindo tetap menjaga pertumbuhan aktivitas logistik dan mobilitas melalui pelabuhan.
Lalu lintas peti kemas dan kapal ikut naik
Sepanjang tahun 2025, arus peti kemas Pelindo mencapai 19,8 juta TEUs. Realisasi itu tumbuh 5% dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi salah satu indikator utama perbaikan kinerja perseroan.
Selain peti kemas, arus kapal tercatat 1,42 miliar GT, naik 1% dari tahun sebelumnya. Arus penumpang juga meningkat menjadi 20,4 juta orang, atau tumbuh 5% dibandingkan tahun lalu.
Pertumbuhan berlanjut pada awal 2026
Momentum positif tidak berhenti di tahun buku 2025. Hingga Mei 2026, Pelindo kembali mencatat kenaikan pada beberapa indikator operasional dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Arus peti kemas mencapai 8,21 juta TEUs dan tumbuh 7% secara tahunan. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kenaikan peti kemas internasional sebesar 10%, sementara peti kemas domestik naik 4%.
Kunjungan kapal hingga Mei 2026 tercatat 563 juta GT, naik 1%. Arus penumpang pada periode yang sama mencapai 9,45 juta orang dan tumbuh 7%.
Fokus transformasi dan daya saing pelabuhan
Achmad menilai capaian itu menunjukkan bahwa transformasi Pelindo berjalan pada jalur yang tepat. Ia juga menyampaikan bahwa perusahaan akan terus memperkuat layanan, meningkatkan daya saing pelabuhan nasional, dan mendukung kelancaran rantai pasok.
Melalui RUPST Tahun Buku 2025, Pelindo menegaskan komitmen untuk melanjutkan program strategis yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas layanan pelabuhan, digitalisasi proses bisnis, serta peningkatan konektivitas maritim.
Langkah tersebut diharapkan menjaga peran Pelindo sebagai penggerak konektivitas nasional sekaligus memperbesar nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara, pengguna jasa, dan pemangku kepentingan.
