Samsung memperluas dukungannya untuk jalur karier di bidang teknologi lewat pelatihan perbaikan perangkat. Langkah ini menempatkan keterampilan servis gawai sebagai pintu masuk kerja yang makin relevan saat smartphone berkembang semakin kompleks.
Fokus Samsung bukan hanya pada layanan purna jual, tetapi juga pada pengembangan tenaga kerja. Perusahaan itu menggandeng sekolah, kelompok industri, dan komunitas lokal agar siswa serta pencari kerja bisa mengakses pelatihan teknis yang dibutuhkan pasar.
Kebutuhan teknisi terampil disebut meningkat seiring kemajuan smartphone yang kini dibekali perangkat keras lebih canggih dan kemampuan AI. Kondisi itu mendorong industri untuk mencari lebih banyak tenaga yang mampu memperbaiki dan mendukung perangkat modern.
Melalui Samsung Care, perusahaan mendukung program yang membantu peserta mempelajari perbaikan perangkat sambil membuka jalur menuju pekerjaan. Program ini juga memberi kesempatan bagi peserta untuk meraih kredensial yang diakui industri.
Salah satu sertifikasi yang didorong adalah WISE atau Wireless Industry Service Excellence. Sertifikasi ini dirancang untuk memperkuat keterampilan dasar perbaikan perangkat seluler lintas produsen dan penyedia layanan.
Contoh penerapannya terlihat dalam Smartphone Repair Bootcamp yang baru digelar. Lebih dari 30 siswa dari program Career and Technical Education milik Frisco Independent School District mendapat pengalaman praktik langsung dalam perbaikan perangkat.
Pelatihan itu juga mengarahkan peserta menuju sertifikasi WISE Level 1. Dengan begitu, siswa tidak hanya mendapat pengalaman teknis, tetapi juga bekal formal yang bisa dipakai saat memasuki pasar kerja.
Bursa kerja dan jalur masuk industri
Samsung juga menyiapkan langkah lanjutan agar pelatihan tidak berhenti di ruang kelas. Perusahaan berencana menggelar Smartphone & Device Repair Career Fair pada 18 Juni di Plano, Texas.
Acara tersebut digelar bersama Texas Economic Development Department dan CTIA. Format ini dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja di bidang perbaikan perangkat, teknologi seluler, dan robotika.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pelatihan teknis diposisikan sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas. Peserta tidak hanya belajar membongkar dan memperbaiki perangkat, tetapi juga diperkenalkan ke peluang kerja yang nyata.
Bagi sekolah dan komunitas, model seperti ini memberi jalur yang lebih jelas dari pengembangan keterampilan menuju pekerjaan. Bagi industri, skema tersebut membantu menjawab kebutuhan teknisi yang semakin spesifik.
Program edukasi di balik layanan perbaikan
Upaya pengembangan tenaga kerja Samsung juga mencakup program edukasi “Behind the Glass”. Program ini memberi peserta kesempatan melihat langsung bagaimana operasi perbaikan Samsung berjalan di Frisco, Texas.
Akses ke proses di balik layar itu penting karena memberi gambaran nyata tentang standar kerja di industri servis perangkat. Peserta bisa memahami lingkungan kerja, alur layanan, dan jenis keterampilan yang dibutuhkan di lapangan.
Samsung menyatakan inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Samsung Care terhadap komunitas tempat karyawan dan pelanggan mereka tinggal serta bekerja. Perusahaan menekankan bahwa program-program tersebut dirancang untuk menciptakan jalur dari pengembangan keterampilan menuju peluang karier.
Jaringan mitra yang dilibatkan juga cukup beragam. Di North Texas, Samsung bekerja sama dengan Frisco ISD CTE program, Plano ISD CTE program, Girl Scouts, dan Texas Native Health.
Kolaborasi dengan sekolah membantu menjangkau siswa lebih awal saat mereka mulai mempertimbangkan pilihan karier. Kerja sama dengan organisasi komunitas memperluas akses bagi kelompok yang mungkin tidak selalu tersentuh jalur pendidikan teknis formal.
Model ini juga memperlihatkan bahwa pekerjaan di sektor perbaikan perangkat kini dipandang sebagai bagian penting dari ekonomi teknologi. Saat perangkat makin canggih, kebutuhan akan tenaga servis yang terlatih ikut berubah dari peran pendukung menjadi kompetensi inti.
Bagi pencari kerja, sertifikasi dan pengalaman praktik dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan di sektor terkait. Bagi industri, investasi pada pelatihan seperti ini dapat membantu membangun pasokan tenaga kerja yang lebih siap pakai.
Dengan menggabungkan pelatihan, sertifikasi, pengalaman langsung, dan akses ke pemberi kerja, Samsung membentuk jalur yang lebih terstruktur menuju profesi teknisi perangkat. Strategi itu menegaskan bahwa layanan perbaikan bukan sekadar urusan after-sales, tetapi juga ruang tumbuh bagi pendidikan keterampilan dan peluang kerja.
