Touring jarak jauh tidak selalu identik dengan bensin yang cepat habis. Konsumsi BBM justru banyak dipengaruhi cara berkendara, kondisi motor, serta cara pengendara mengatur barang bawaan.
Salah satu poin yang paling sering luput diperhatikan adalah tekanan angin ban. Padahal, ban yang kurang angin membuat mesin bekerja lebih keras dan ujungnya meningkatkan konsumsi bahan bakar selama perjalanan.
Anggapan bahwa motor boros saat touring adalah hal yang tidak bisa dihindari juga tidak sepenuhnya tepat. Efisiensi BBM bisa dijaga lewat kebiasaan sederhana yang diterapkan sebelum berangkat maupun saat motor sudah melaju di jalan.
Perjalanan ratusan kilometer melewati pegunungan, pesisir, hingga jalur pedalaman memang menuntut persiapan lebih matang. Namun, langkah hemat BBM bukan hanya soal menekan biaya, melainkan juga membantu menjaga kenyamanan dan keamanan saat touring.
Perhatikan faktor yang sering diabaikan
Tekanan ban depan dan belakang perlu diperiksa sebelum touring. Ukurannya harus disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan, lalu bisa ditambah sedikit bila motor membawa beban lebih berat.
Ban yang kurang angin membuat permukaan ban yang menyentuh aspal menjadi lebih luas. Kondisi itu meningkatkan hambatan gulir, membuat tarikan lebih berat, dan menambah konsumsi BBM.
Tekanan ban yang ideal juga membantu motor lebih stabil. Jadi, efeknya bukan hanya pada penghematan bensin, tetapi juga pada kualitas kendali selama perjalanan jauh.
Gaya berkendara sangat menentukan
Kesalahan yang paling sering dilakukan saat touring adalah memainkan gas terlalu agresif. Membuka gas tiba-tiba lalu melakukan pengereman mendadak membuat sistem pembakaran bekerja lebih berat.
Pengendara disarankan menjaga kecepatan tetap konstan saat kondisi jalan memungkinkan. Akselerasi dan deselerasi berlebihan sebaiknya dihindari karena membuat pemakaian BBM menjadi kurang efisien.
Teknik eco riding dengan putaran mesin menengah menjadi salah satu cara yang dianjurkan. Saat mengurangi kecepatan, engine brake juga bisa dimanfaatkan agar ritme berkendara tetap halus.
Touring hemat bukan berarti harus melaju lambat dan membosankan. Kuncinya ada pada pengendalian ritme secara cerdas agar motor tidak terus dipaksa bekerja keras.
Jangan bawa barang berlebihan
Muatan yang terlalu banyak akan membuat mesin bekerja lebih berat. Tarikan motor menjadi lebih berat dan konsumsi bensin pun ikut meningkat.
Karena itu, barang bawaan sebaiknya dibatasi pada perlengkapan yang benar-benar diperlukan. Contohnya pakaian secukupnya, jas hujan, toolkit darurat, power bank, dan obat-obatan pribadi.
Semakin ringan bobot kendaraan, semakin ringan pula kerja mesin di perjalanan. Efeknya akan terasa terutama saat melewati tanjakan, jalan panjang, atau rute dengan permukaan yang tidak ideal.
Posisi barang juga perlu diperhatikan, bukan hanya jumlahnya. Tas yang terlalu lebar ke samping dapat menambah hambatan angin dan membuat motor lebih sulit melaju.
Pengendara disarankan memakai top box sesuai kebutuhan, side bag yang tidak terlalu menonjol, atau tank bag berukuran sedang. Semua barang harus terikat kuat dan tidak mengganggu keseimbangan motor.
Rute dan waktu berangkat ikut berpengaruh
Memilih jalur yang efisien bisa membantu menekan pemborosan BBM. Jalan yang tampak dekat belum tentu paling hemat bila ternyata padat dan memaksa kendaraan terlalu sering berhenti lalu berjalan lagi.
Penggunaan aplikasi navigasi bisa membantu mencari rute dengan tingkat kemacetan lebih rendah. Jalur yang minim stop and go lebih ramah untuk efisiensi bahan bakar.
Kemacetan menjadi salah satu penyebab utama bensin cepat habis. Mesin terus menyala, tetapi kendaraan bergerak sangat lambat sehingga konsumsi BBM tetap berjalan tanpa hasil tempuh yang sebanding.
Berangkat lebih pagi juga dinilai memberi banyak keuntungan. Selain udara lebih sejuk, pengendara punya peluang lebih besar untuk menghindari kepadatan lalu lintas.
Waktu berangkat yang lebih awal juga membantu mengurangi risiko mesin overheat. Udara pagi yang lebih dingin membuat proses pembakaran lebih efisien sehingga performa mesin tetap optimal.
Servis sebelum jalan jauh tetap penting
Motor yang jarang diservis cenderung mengonsumsi bahan bakar lebih banyak. Karena itu, pemeriksaan sebelum touring menjadi langkah yang tidak boleh dilewatkan.
Beberapa komponen yang perlu dipastikan dalam kondisi baik antara lain oli mesin, filter udara, busi, sistem injeksi atau karburator, serta rantai dan gear. Mesin yang sehat mampu menghasilkan tenaga maksimal dengan konsumsi BBM yang lebih efisien.
Perawatan yang baik juga membantu komponen tidak cepat aus. Putaran mesin yang stabil dan tidak dipaksa bekerja berat bisa menjaga usia pakai motor lebih lama.
Penerapan teknik hemat BBM memberi manfaat lebih luas daripada sekadar mengurangi frekuensi isi bensin. Dengan tangki penuh, pengendara bisa menempuh jarak lebih jauh dan lebih tenang saat melewati daerah terpencil yang minim SPBU.
Pengeluaran perjalanan pun bisa lebih terkendali. Dana yang biasanya habis untuk membeli bensin dapat dialihkan ke kebutuhan lain seperti kuliner, penginapan, atau destinasi tambahan di sepanjang rute touring.
