Kementerian Ketenagakerjaan kembali membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 3 yang berlangsung mulai 19 Juni hingga 9 Juli 2026. Program ini ditujukan untuk masyarakat usia kerja yang ingin menambah kompetensi agar lebih siap bersaing di pasar kerja.
Pada tahap ini, Kemnaker menargetkan 20 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan disalurkan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Satuan Pelayanan, serta Unit Pelaksana Teknis Daerah.
Dorongan untuk memperkuat daya saing tenaga kerja
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menegaskan program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai, kompetensi kerja yang relevan menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia usaha dan industri.
Darmawansyah juga mengajak masyarakat usia kerja memanfaatkan kesempatan tersebut. Menurut dia, pelatihan ini memberi akses yang lebih luas bagi pencari kerja maupun pekerja yang ingin meningkatkan kemampuan sesuai kebutuhan pasar.
Syarat dan mekanisme pendaftaran
Calon peserta wajib memiliki akun SIAPkerja sebelum memilih program pelatihan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan. Setelah itu, peserta dapat melengkapi Asesmen Kecocokan Kerja (SPI) dan Asesmen Penilaian Diri, meski keduanya bersifat opsional.
Kemnaker menetapkan batas akhir pendaftaran hingga 9 Juli 2026 pukul 23.59 WIB. Setelah masa pendaftaran ditutup, proses seleksi dan wawancara dijadwalkan berlangsung pada 10-15 Juli 2026.
Jadwal penting Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 3
- Pendaftaran peserta: hingga 9 Juli 2026 pukul 23.59 WIB
- Seleksi dan wawancara: 10-15 Juli 2026
- Pengumuman peserta lolos: 16 Juli 2026
- Kickoff dan orientasi peserta: 20 Juli 2026
Program ini menjadi salah satu langkah Kemnaker untuk memperluas akses pelatihan kerja yang berkualitas. Dengan target 20 ribu peserta, pelatihan vokasi tahap ketiga ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berubah.
