Kemenpar Kejar Wisatawan Korea, Misi Promosi Busan-Gwangju Buka Peluang Baru

Author: Qoo Media

Kementerian Pariwisata terus membidik pasar Korea Selatan sebagai salah satu sumber penting untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Strategi itu dijalankan lewat Indonesia Sales Mission 2026 yang digelar di Busan dan Gwangju pada 10-12 Juni 2026.

Langkah ini tidak hanya menonjolkan destinasi unggulan, tetapi juga mendorong kerja sama bisnis yang lebih erat antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan Korea Selatan. Pemerintah menargetkan wisatawan berkualitas, terutama yang memiliki minat pada wisata mewah, bahari, kebugaran, dan gastronomi.

Pasar Korea Selatan tetap jadi prioritas

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyebut Korea Selatan sebagai pasar prioritas bagi pariwisata Indonesia. Karena itu, promosi dilakukan secara lebih terarah agar hubungan antarpelaku industri bisa berkembang lebih kuat.

Made menegaskan bahwa sales mission ini menjadi bagian dari rangkaian promosi dalam ajang Seoul International Travel Fair 2026 atau SITF 2026. Melalui ajang tersebut, Kemenpar ingin memperluas jangkauan promosi sekaligus membuka peluang transaksi yang lebih konkret di pasar Korea Selatan.

Data Kemenpar menunjukkan, jumlah wisatawan asal Korea Selatan yang datang ke Indonesia sepanjang 2025 mencapai 496.862 orang. Angka itu naik 13,97% dibandingkan tahun sebelumnya dan memperlihatkan potensi pasar yang masih besar untuk digarap.

Dorong destinasi unggulan dan kerja sama bisnis

Dalam kegiatan di Busan dan Gwangju, Kemenpar menggandeng delapan pelaku industri pariwisata Indonesia. Mereka mempromosikan destinasi seperti Bali, Batam, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Jawa Timur, dan Jakarta.

Promosi itu dikemas melalui sesi business matching dan tabletop meeting dengan sekitar 27 hingga 30 calon mitra bisnis dari Korea Selatan. Forum tersebut membuka ruang untuk penyusunan paket wisata baru dan memperkuat pemasaran destinasi Indonesia di pasar setempat.

Kemenpar menyebut pelaksanaan sales mission itu menghasilkan potensi kunjungan wisatawan sebanyak 3.470 orang. Estimasi devisa yang mungkin masuk dari peluang tersebut mencapai sekitar Rp9,4 miliar.

Perluas sinergi lewat kerja sama kelembagaan

Selain promosi dagang, Kemenpar juga mendorong penguatan hubungan kelembagaan dengan pihak Korea Selatan. Salah satu langkahnya adalah penandatanganan nota kesepahaman dengan Gwangju Metropolitan City Tourism Association.

Kerja sama itu diarahkan untuk memperluas sinergi promosi pariwisata kedua negara melalui kegiatan bisnis, seminar, travel mart, dan pertukaran informasi terkait perkembangan industri maupun tren pasar pariwisata. Dengan dukungan promosi yang berkelanjutan, pasar Korea Selatan dinilai masih punya ruang besar untuk mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru