IHSG langsung bergerak menguat pada awal perdagangan Rabu pagi setelah pasar merespons laporan MSCI. Pada pembukaan, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu sempat berada di level 6.128 dan kemudian bergerak lebih tinggi ke 6.138 pada pukul 09.05 WIB.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,60 persen pada awal sesi. Pergerakan ini terjadi di tengah transaksi yang cukup aktif, dengan 1,69 miliar saham berpindah tangan dalam 135.600 kali frekuensi perdagangan.
Aktivitas perdagangan tetap ramai
Nilai transaksi pada pagi itu tercatat sebesar Rp 1,09 miliar. Dari total saham yang diperdagangkan, 332 saham menguat, 165 saham melemah, dan 462 saham tidak bergerak.
Sejumlah saham masuk jajaran penguat utama atau top gainers, yaitu ENAK, LPLI, LEAD, CITY, dan TRUE. Sementara itu, saham BALI, LUCY, SBMA, MTMH, dan GLVA berada di kelompok top loser.
Pergerakan positif IHSG di awal sesi memberi sinyal bahwa pelaku pasar masih merespons perkembangan terbaru dari MSCI. Kepastian terkait laporan tersebut tampak menjadi salah satu pemicu minat beli pada pembukaan perdagangan.
Namun tekanan pasar belum hilang
Di sisi lain, risiko pelemahan masih membayangi pasar saham Indonesia. Tim Riset CGS International Sekuritas Indonesia menilai tekanan dari Wall Street dan koreksi harga komoditas dapat membebani sentimen investor.
Pasar juga mencermati keputusan terkait status penilaian pasar Indonesia yang diperpanjang hingga November. Menurut riset CGS International Sekuritas Indonesia, kondisi itu bersama pembekuan rebalancing MSCI berpotensi menjadi sentimen negatif bagi aliran dana asing.
“Diperpanjangnya status penilaian pasar hingga November dan masih dibekukannya rebalancing MSCI diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya.
Level teknikal yang dicermati pasar
Dari sisi teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG masih bergerak dalam rentang yang terbatas. Area support berada di 5.990 hingga 5.880, sedangkan resistance diproyeksikan di 6.210 hingga 6.325.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG pada sesi berikutnya masih akan sangat dipengaruhi sentimen global dan perkembangan dari MSCI. Investor pun cenderung mencermati saham-saham pilihan di tengah peluang penguatan jangka pendek yang masih dibayangi risiko koreksi.
Source: www.suara.com






