BBCA Diproyeksi Belum Tembus 6.000, Level 5.917 Jadi Batas Penentu Hari Ini

Saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA masih diperkirakan bergerak terbatas dan belum mampu menembus level psikologis Rp6.000 pada perdagangan hari ini. Proyeksi itu datang dari CGS International Sekuritas, yang menilai ruang penguatan BBCA masih ada, tetapi belum cukup kuat untuk melampaui ambang tersebut dalam waktu dekat.

Pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026, BBCA tercatat menguat 2,70 persen ke level Rp5.700. Data Stokbit hingga pukul 10.55 WIB juga menunjukkan saham bank berkapitalisasi besar ini naik 150 poin dari penutupan sebelumnya.

Level teknikal yang jadi perhatian

Secara teknikal, CGS International menempatkan area support pertama BBCA di Rp5.458 dan support kedua di Rp5.367. Di sisi lain, level pivot berada di Rp5.642, yang menjadi titik penting untuk melihat apakah penguatan masih bisa berlanjut.

Selama harga bertahan di atas pivot, peluang kenaikan dinilai tetap terbuka. Kondisi ini membuat BBCA punya ruang untuk bergerak lebih tinggi, meski pergerakannya masih dipandang terbatas.

Target resistance pertama berada di Rp5.733. Jika level ini ditembus, saham BBCA berpotensi melanjutkan penguatan ke resistance berikutnya di Rp5.917.

Risiko koreksi tetap ada

Meski tren intraday terlihat positif, investor tetap perlu mencermati kemungkinan aksi ambil untung. Tekanan jual bisa muncul jika harga kembali turun di bawah level pivot.

Dalam skenario itu, area Rp5.458 hingga Rp5.367 menjadi batas penting yang perlu diawasi. Zona tersebut berfungsi sebagai penahan jika saham mulai kehilangan tenaga setelah bergerak di atas pivot.

BBCA sendiri masih diperdagangkan di kisaran Rp5.700-an dan berada di bawah harga wajarnya yang disebut sekitar Rp10.000 per lembar saham. Dengan posisi tersebut, pergerakan saham ini masih menjadi sorotan pelaku pasar yang memantau apakah penguatan harian bisa berlanjut atau justru tertahan di bawah level Rp6.000.

Source: www.suara.com

Terkait