Presiden Prabowo Subianto menyampaikan enam pesan utama kepada jajaran Polri saat peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Pesan itu menekankan kepercayaan publik, pelayanan, keadilan, penguasaan teknologi, sinergi, dan pembenahan diri yang berkelanjutan.
Amanat tersebut disampaikan di Satuan Latihan Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu. Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa Polri memegang peran strategis sebagai pelindung masyarakat sekaligus penegak hukum yang harus sigap mengikuti perubahan zaman.
1. Jaga kepercayaan rakyat
Prabowo menempatkan kepercayaan masyarakat sebagai modal paling penting bagi kepolisian. Ia menyebut kepercayaan sebagai “senjata terkuat seorang polisi.”
Pesan ini menegaskan bahwa Polri tidak cukup hanya kuat secara struktur dan kewenangan. Kekuatan utama aparat, menurut Prabowo, justru lahir dari pengakuan publik atas integritas dan sikap mereka di lapangan.
2. Hadir melayani, bukan menyulitkan
Prabowo meminta seluruh personel Polri lebih dekat dengan masyarakat dan memberi pelayanan terbaik. Ia menegaskan polisi harus menjadi pelindung dan pengayom, bukan sumber kesulitan bagi warga.
Ia juga mengingatkan bahwa fasilitas dan penghasilan aparat negara berasal dari rakyat. Karena itu, pengabdian Polri harus terlihat dalam kerja yang tulus dan manfaat yang nyata bagi publik.
3. Tegakkan hukum secara adil
Dalam pesan berikutnya, Prabowo menekankan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan. Ia meminta anggota Polri berani membela kebenaran dan melindungi kelompok yang lemah.
Prabowo juga menekankan agar aparat tidak gentar terhadap tekanan dari pihak mana pun. “Jangan pernah takut kepada siapapun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
4. Kuasai ilmu, teknologi, dan AI
Prabowo mendorong Polri meningkatkan profesionalisme lewat penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan atau AI. Menurut dia, bentuk kejahatan modern terus berubah dan membutuhkan aparat yang juga terus belajar.
Pesan ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya dituntut disiplin dan tegas, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dalam pandangan Prabowo, kemampuan unggul menjadi syarat agar Polri tetap efektif menghadapi tantangan keamanan yang makin kompleks.
5. Perkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa
Prabowo menilai Polri tidak bisa bekerja sendiri. Ia meminta kepolisian memperkuat kolaborasi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, dan seluruh rakyat Indonesia.
Sinergi itu diperlukan agar tugas menjaga keamanan dan ketertiban berjalan lebih efektif. Pesan ini juga menegaskan bahwa kerja kepolisian memiliki kaitan langsung dengan dukungan lintas lembaga dan partisipasi masyarakat.
6. Terus benahi diri dengan rendah hati
Pesan penutup Prabowo menyoroti pentingnya pembenahan internal dan sikap rendah hati. Ia meminta Polri tidak berhenti memperbaiki diri serta tidak bersikap sombong.
Prabowo menilai kekuatan justru harus dibarengi kerendahan hati. “Semakin berisi, semakin menunduk,” katanya, seraya menegaskan bahwa rendah hati bukan berarti rendah diri.
Rangkaian pesan itu menggambarkan arah yang ingin ditekankan Prabowo kepada Polri: menjaga legitimasi di mata masyarakat, bekerja adil, menguasai teknologi, dan tetap terbuka pada perubahan. Dalam konteks tantangan keamanan yang terus berkembang, pesan tersebut menempatkan Polri sebagai institusi yang dituntut semakin profesional, dekat dengan rakyat, dan siap menghadapi era digital.
Source: www.medcom.id






