Produksi Beras Nasional Diproyeksikan Tembus 25,28 Juta Ton, Pasokan Masih Terjaga

Badan Pusat Statistik memproyeksikan produksi beras untuk konsumsi masyarakat di Indonesia selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai 25,28 juta ton. Angka itu naik tipis 0,01 juta ton atau sekitar 0,05 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut kenaikan tersebut didorong oleh produksi padi yang meningkat dan meluasnya panen di sejumlah wilayah. Ia menyampaikan proyeksi itu dalam Berita Resmi Statistik di Jakarta, Rabu (1/7).

Kenaikan juga terlihat pada padi dan luas panen

BPS mencatat produksi beras untuk konsumsi pada Mei 2026 berada di level 2,84 juta ton. Untuk periode Juni hingga Agustus 2026, potensi produksinya diperkirakan mencapai 8,42 juta ton, naik 1,17 persen atau 0,10 juta ton secara tahunan.

Peningkatan beras itu sejalan dengan proyeksi produksi padi nasional. Pada Mei 2026, produksi padi diperkirakan mencapai 4,92 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), sedangkan potensi produksi pada Juni hingga Agustus 2026 diprediksi mencapai 14,61 juta ton GKG.

Secara kumulatif, produksi padi sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diperkirakan menembus 43,89 juta ton GKG. BPS menyebut capaian itu naik sekitar 0,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Panen jadi penopang utama

Selain produksi, luas panen juga menunjukkan tren yang mendukung pasokan beras nasional. Pada Mei 2026, luas panen padi tercatat 0,98 juta hektare, sementara potensi luas panen pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare.

BPS menyebut angka itu naik 1,38 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara total, luas panen padi sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare.

Kenaikan itu setara dengan tambahan 0,04 juta hektare atau tumbuh 0,43 persen dibandingkan Januari hingga Agustus 2025. Perkembangan tersebut menunjukkan kapasitas produksi pangan nasional masih terjaga hingga pertengahan 2026.

Gambaran pasokan pangan nasional

Gabungan antara kenaikan hasil produksi padi dan bertambahnya luas panen menjadi faktor penting bagi stabilitas pasokan beras nasional. Data BPS menunjukkan produksi tetap bergerak positif meski kenaikannya tipis dibandingkan periode sebelumnya.

Dalam konteks kebutuhan konsumsi masyarakat, proyeksi 25,28 juta ton hingga Agustus 2026 memberi gambaran bahwa suplai beras masih berada dalam jalur yang relatif stabil. Kondisi ini juga memperlihatkan peran hasil panen di berbagai wilayah tetap menjadi penentu utama bagi ketersediaan pangan nasional.

Source: mediaindonesia.com

Terkait