Ford Serbu Pasar Armada Berat, Ranger XL 4×4 Jadi Andalan Layanan Terintegrasi

Ford RMA Indonesia menempatkan Next-Gen Ford Ranger XL 4×4 MT sebagai ujung tombak untuk memperluas penetrasi di segmen kendaraan operasional. Sasaran utamanya adalah perusahaan di sektor pertambangan, perkebunan, konstruksi, hingga utilitas yang membutuhkan armada kerja dengan daya tahan tinggi.

Langkah itu tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan. Ford juga meluncurkan Ford End-to-End Fleet Solutions, layanan terintegrasi yang menggabungkan kendaraan, dukungan teknis, dan layanan purna jual untuk pelanggan korporasi.

Pendekatan ini diarahkan untuk menjaga armada tetap beroperasi. Ford ingin membantu perusahaan meminimalkan risiko downtime yang bisa mengganggu aktivitas bisnis dan produktivitas lapangan.

Menjawab Kebutuhan Fleet

Regional Director RMA Indonesia, Roelof Lamberts, menegaskan bahwa pelanggan fleet membutuhkan lebih dari kendaraan yang tangguh. Menurut dia, mereka juga memerlukan mitra yang mampu menjaga operasional bisnis tetap efisien.

Roelof menyebut Ford End-to-End Fleet Solutions dirancang sebagai solusi menyeluruh. Tujuannya agar pelanggan dapat bekerja dengan lebih tenang, efisien, dan produktif.

Di lini produk, Ford mengandalkan Next-Gen Ford Ranger XL 4×4 MT sebagai tulang punggung layanan tersebut. Model ini disiapkan untuk menghadapi operasional di lingkungan kerja dengan tingkat kesulitan tinggi.

Pikap itu dibekali mesin 2.0L Single Turbo Diesel. Ford juga menyematkan sistem 4WD Electronic Shift-on-the-Fly atau ESOF, serta konstruksi sasis berkekuatan tinggi dengan filosofi Built Ford Tough.

Kombinasi itu ditujukan untuk mendukung ketahanan kendaraan saat dipakai di area pertambangan, perkebunan, dan proyek konstruksi. Ford juga membuka peluang modifikasi kendaraan sesuai kebutuhan operasional pelanggan.

Layanan yang Lebih Luas dari Sekadar Kendaraan

Selain spesifikasi produk, Ford RMA Indonesia menawarkan layanan manajemen armada yang lebih luas. Pelanggan korporasi dapat memperoleh harga khusus, solusi penyewaan armada, dan modifikasi kendaraan sesuai kebutuhan operasional.

Di sisi purna jual, Ford menyiapkan servis berkala dan jaminan ketersediaan suku cadang. Perusahaan juga menyediakan dukungan teknis langsung di lapangan agar kendaraan tetap beroperasi optimal.

Ford melengkapi paket itu dengan 24-Hour Emergency Roadside Assistance atau ERA. Layanan ini didukung jaringan 36 dealer resmi di seluruh Indonesia untuk membantu pelanggan saat menghadapi kendala di lapangan.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa Ford tidak hanya menjual kendaraan kerja, tetapi juga membangun ekosistem layanan untuk kebutuhan armada bisnis. Dengan kombinasi kendaraan untuk medan berat dan jaringan dukungan terintegrasi, Ford ingin memperkuat posisinya di pasar kendaraan operasional.

Terkait