BMW resmi membuka babak baru untuk X5 lewat generasi kelima yang kini mengusung arsitektur Neue Klasse. Langkah ini menandai perubahan besar karena X5 menjadi model pertama BMW yang hadir dengan wajah Neue Klasse untuk varian mesin pembakaran internal maupun listrik.
Yang paling menonjol, X5 generasi terbaru dengan kode G65 menjadi model pertama BMW yang menawarkan lima jenis sistem penggerak sekaligus. Selain bensin dan diesel dengan teknologi mild hybrid 48V, BMW juga menyiapkan varian plug-in hybrid, versi listrik penuh iX5, dan iX5 Hydrogen yang akan menyusul sebagai mobil hidrogen produksi pertama BMW.
Elektrifikasi jadi pusat perhatian
Versi listrik iX5 dibekali eDrive generasi keenam, baterai sel silinder 120 mm, arsitektur 800V, pengisian cepat, dan kemampuan bidirectional charging. Untuk varian iX5 60 xDrive, jarak tempuh yang diklaim mencapai 845 km.
Sementara itu, iX5 Hydrogen membawa sistem fuel cell generasi ketiga. BMW menyebut teknologi ini menawarkan efisiensi tinggi dan jarak tempuh hingga 750 km.
Desain berubah lebih tegas
Dari sisi tampilan, X5 tampil lebih monolitik dan berkarakter. Kidney grille Iconic Glow vertikal serta lampu “double-X” menjadi elemen baru yang debut di model ini.
Proporsi khas SAV tetap dipertahankan, tetapi bahasa desain Neue Klasse membuat siluetnya terlihat lebih tegas dari berbagai sudut. BMW Winglets, yakni handle pintu elektrik yang rata dengan bodi, ikut memberi sentuhan futuristis pada SUV ini.
BMW juga membuka ruang personalisasi yang luas. Opsi velg tersedia hingga ukuran 23 inci, sementara paket M Sport menawarkan tampilan yang lebih agresif.
Kabin ikut berubah total
Perubahan besar juga hadir di interior. BMW memakai material baru seperti slate dan kaca untuk membangun suasana yang lebih premium dan natural.
Teknologi digital di dalam kabin juga mengalami lompatan besar. BMW Panoramic iDrive, Passenger Screen, Panoramic Vision, dan Head-Up Display 3D hadir untuk membentuk pengalaman berkendara yang lebih modern.
Ambient light strip yang mengelilingi kabin menambah kesan nyaman sekaligus futuristis. Kombinasi elemen itu membuat ruang dalam X5 terasa jauh lebih maju dibanding generasi sebelumnya.
Tetap menjaga karakter sport BMW
Meski lebih fokus ke elektrifikasi, X5 tetap mempertahankan reputasinya sebagai SUV paling sporty di kelasnya. BMW membekali model ini dengan suspensi adaptif standar dan distribusi bobot mendekati 50:50.
Untuk kebutuhan pengendalian yang lebih tajam, BMW juga menawarkan Adaptive Chassis Control Professional. Paket ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan presisi yang selama ini identik dengan model BMW.
Produksi dimulai di Spartanburg
BMW akan memproduksi X5 dan iX5 di Spartanburg mulai Agustus 2026. Pabrik tersebut juga akan menjadi rumah bagi X5 listrik pertama, menegaskan peran strategis fasilitas itu dalam era baru SUV BMW.
Dengan satu platform untuk versi ICE, PHEV, EV, dan hidrogen, BMW mengambil pendekatan yang berbeda dari X3 dan iX3. Strategi ini memperlihatkan fleksibilitas penuh tanpa memecah lini produk, sekaligus menempatkan X5 sebagai salah satu model paling penting dalam transisi elektrifikasi BMW.
Source: www.bincangbincangmobil.com






