Pasar saham Indonesia dibuka dengan sentimen kuat pada perdagangan Jumat pagi saat IHSG melesat 2,39 persen ke level 5.881. Penguatan itu terjadi sekitar 30 menit setelah pasar dibuka dan langsung menegaskan bahwa minat beli masih dominan di awal sesi.
Pergerakan tersebut datang setelah indeks juga mencatat tren positif pada hari sebelumnya. Aktivitas transaksi ikut ramai, dengan nilai perdagangan mencapai Rp 2,59 triliun dari 5,57 miliar saham yang berpindah tangan dalam 358 ribu kali transaksi.
Mayoritas saham bergerak naik
Kenaikan IHSG didukung oleh luasnya penguatan di pasar. Sebanyak 460 saham menguat, sementara 101 saham melemah dan 155 saham bergerak stagnan.
Data Refinitiv menunjukkan seluruh sektor perdagangan menguat. Kenaikan paling kuat terlihat pada sektor utilitas, barang baku, finansial, dan teknologi.
Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar juga menjadi penopang utama indeks. Bank Central Asia dan Bank Mandiri termasuk di antara emiten yang mendorong pergerakan IHSG pada sesi pagi itu.
Sentimen domestik dan global sama-sama mendukung
Di sisi domestik, kinerja positif emiten BUMN ikut memperkuat sentimen pasar. Dorongan itu muncul setelah Danantara menyelesaikan laporan keuangan per Desember 2025.
Dari luar negeri, pasar Asia dan Indonesia turut mendapat dukungan dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang mulai mendingin. Kondisi tersebut memperbesar peluang The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan mendatang.
Ekspektasi itu ikut menekan dolar Amerika Serikat. Indeks dolar melemah ke 100,856 dan menjadi level terendah sejak pertengahan Juni. Pergerakan ini menambah ruang bagi aset berisiko, termasuk saham, untuk tetap menarik di awal perdagangan.
