Torre del Oro Di Sevilla, Menara “Emas” Yang Ternyata Cuma Ilusi Cahaya

Author: Qoo Media

Torre del Oro di Sevilla bukan sekadar menara tua di tepi sungai. Bangunan setinggi 36 meter ini menyimpan jejak panjang sejarah militer, legenda lokal, dan perubahan fungsi yang membuatnya tetap relevan hingga kini.

Daya tariknya justru berawal dari nama yang terdengar mewah, tetapi tidak selalu berarti emas sungguhan. Di balik sebutan Menara Emas, ada cerita turun-temurun tentang harta karun emas dari Benua Amerika dan dugaan ubin emas yang pernah melapisi dindingnya.

Legenda emas yang ternyata menyimpan penjelasan ilmiah

Cerita masyarakat setempat memang lama melekat pada Torre del Oro. Namun, proyek restorasi besar pada 2005 mengungkap penjelasan yang lebih ilmiah tentang kilau yang terlihat di permukaannya.

Para peneliti menjelaskan bahwa efek emas itu muncul karena ilusi optik. Pantulan matahari dan air mengenai bangunan yang terbuat dari mortar kapur dan jerami dengan daya tekan pemasangan tinggi.

Bangunan yang tumbuh selama berabad-abad

Struktur Torre del Oro yang terlihat sekarang bukan hasil pembangunan singkat. Menara ini berkembang selama lebih dari lima abad, dimulai dari satu lantai pada awal abad ke-13.

Pada abad ke-14, Raja Peter dari Kastila memerintahkan pembangunan lantai dua. Lalu sekitar 400 tahun kemudian, Sebastián Van der Borcht menambahkan lantai tiga berbentuk bulatan kecil sebagai bagian dari perbaikan akibat gempa bumi.

Panjang usia bangunan ini membuat Torre del Oro menjadi saksi lintas peradaban di Sevilla. Menara ini juga pernah melihat masa kejayaan Dinasti Almohad setelah mereka merebut dan menguasai kota tersebut.

Bertahan dari gempa besar dan ancaman kehancuran

Torre del Oro juga pernah menghadapi ujian berat dari alam. Pada 1 November 1755, gempa bumi Lisbon mengguncang kawasan Samudra Atlantik dan menimbulkan kerusakan besar di Portugal serta Spanyol, disertai tsunami tinggi.

Menara ini selamat, tetapi beberapa bagian bangunannya rusak cukup parah. Saat itu, sempat muncul usulan untuk meruntuhkan sisa bangunan karena biaya perbaikan dinilai besar.

Warga setempat memilih jalan berbeda. Dukungan mereka membuat proyek pemulihan tetap berjalan, dan perbaikan dipimpin oleh Sebastian Van der Borcht, seorang insinyur militer.

Benteng pengawas di jalur air Sevilla

Pada puncak kejayaannya di abad ke-13, Torre del Oro memegang peran penting sebagai menara militer. Lokasinya di tepi sungai dipilih karena banyak kapal musuh melewati pelabuhan Sevilla.

Fungsi utamanya adalah mengawasi dan melindungi kota dari ancaman yang datang lewat jalur air. Untuk memperkuat pertahanan, pasukan militer juga memasang rantai besi panjang dan tebal yang diikat ke bagian bawah menara.

Rantai itu dirancang agar kapal musuh tersangkut atau rusak parah jika nekat melintas. Dengan cara itu, Torre del Oro tidak hanya menjadi pos pengawas, tetapi juga alat cegah serangan yang sangat diperhitungkan lawan.

Dari penjara hingga museum maritim

Seiring waktu, fungsi Torre del Oro terus berubah. Pada abad pertengahan, menara ini sempat dipakai sebagai penjara untuk menahan tokoh penting, lalu pernah menjadi kantor administrasi pelabuhan dan gudang penyimpanan barang.

Perubahan paling besar terjadi pada 1944, saat Torre del Oro resmi dibuka untuk umum sebagai Museum Angkatan Laut atau Museo Naval. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat replika kapal kuno, peta zaman dahulu, kompas, artefak angkatan laut, dan dokumen penting yang berkaitan dengan sejarah maritim Sevilla.

Kini, Torre del Oro tetap menjadi salah satu ikon paling dikenal di kota itu. Menara ini memadukan legenda, fungsi militer, ketahanan bangunan, dan warisan maritim dalam satu tempat yang mudah dikenali dari kejauhan.

Source: www.idntimes.com
Terbaru