Hari Bhayangkara ke-80, Prabowo Tagih Polri Adaptif Hadapi Ancaman Digital

Author: Qoo Media

Presiden Prabowo Subianto meminta Polri terus menyesuaikan cara kerja untuk menghadapi ancaman yang berkembang di era digital. Pesan itu ia sampaikan saat memimpin upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Prabowo menegaskan bahwa kemajuan teknologi membawa manfaat sekaligus membuka ruang bagi kejahatan yang lebih beragam. Ia menyebut ancaman kini tidak lagi bergerak dengan pola lama, sehingga aparat juga harus mampu membaca perubahan dengan cepat.

Ancaman kejahatan ikut berubah

Dalam amanatnya, Prabowo menyoroti bahwa teknologi dapat dipakai untuk tujuan yang merugikan. Karena itu, ia menilai Polri perlu terus beradaptasi agar tidak tertinggal dari cara kerja pelaku kejahatan yang makin canggih.

Ia menyebut sejumlah ancaman yang masih harus dihadapi bangsa, mulai dari peredaran dan penggunaan narkotika, judi daring, perdagangan manusia, kejahatan siber, terorisme, hingga penyelundupan. Selain itu, masih ditemukan pula pertambangan dan perkebunan ilegal yang merugikan negara.

Prabowo juga menyinggung kejahatan kerah putih atau white collar crime. Kejahatan ini dilakukan demi keuntungan finansial, baik oleh pelaku dari dunia usaha maupun pejabat pemerintah.

Apresiasi untuk langkah Polri

Di tengah besarnya tantangan itu, Prabowo memberi apresiasi kepada Polri dan kementerian atau lembaga lain yang dinilai berhasil menekan berbagai modus kriminalitas. Ia menyebut kerja sama lintas instansi ikut membantu membongkar ribuan kasus narkotika.

Ia juga menyoroti kolaborasi Polri bersama Komdigi dalam memberantas judi online. Prabowo menambahkan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan nol insiden terorisme dalam kurun beberapa tahun terakhir.

Menurut Prabowo, capaian tersebut tidak boleh membuat aparat merasa sudah cukup. Ia mengingatkan bahwa tantangan masih besar dan penegakan hukum harus tetap dijaga agar tidak muncul kelengahan.

Tantangan keamanan dan dampaknya bagi masyarakat

Prabowo menilai kejahatan ekonomi ilegal ikut menahan perbaikan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut kemiskinan masih dirasakan rakyat dan kondisi itu berkaitan langsung dengan korupsi, penyelundupan, serta kegiatan ekonomi ilegal.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk memperkuat kesiapan menghadapi bentuk kejahatan baru yang lahir dari perubahan teknologi. Di saat yang sama, penguatan kolaborasi antarinstansi tetap dibutuhkan agar ancaman digital dan kejahatan konvensional dapat ditangani secara lebih efektif.

Source: www.medcom.id
Terbaru