BCF Gandeng Kemendes PDT, Fresh Graduate dan Pemuda Lokal Siap Dampingi BUM Desa

Author: Qoo Media

Bakrie Center Foundation (BCF) resmi menggandeng Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) untuk menjalankan Collaborative Leadership Program: Bersama Membangun Desa. Program ini menempatkan generasi muda sebagai penggerak baru dalam pendampingan pembangunan desa.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah awal BCF untuk melibatkan fresh graduate dan pemuda lokal dalam memperkuat Badan Usaha Milik Desa atau BUM Desa. Lewat program ini, peserta disiapkan membantu pengelola BUM Desa agar lebih kompetitif dan punya akses yang lebih luas ke pasar nasional maupun global.

Fokus Pendampingan BUM Desa

Penandatanganan kerja sama dihadiri Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendesa PDT Taufik Madjid, serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Tabrani. Kehadiran para pejabat itu menandai pentingnya program ini dalam agenda penguatan ekonomi desa.

Melalui kesepakatan tersebut, BCF dan Kemendesa PDT akan berkolaborasi untuk memperkuat pembangunan desa dengan melibatkan kalangan muda melalui Collaborative Leadership Program. BCF menargetkan peserta dari fresh graduate dan pemuda lokal agar bisa turun langsung mendampingi pelaku usaha desa.

Asesmen Empat BUM Desa di Lampung Selatan

Sebagai tahap awal, BCF sedang melakukan asesmen terhadap empat BUM Desa di Lampung Selatan. Penilaian dilakukan melalui survei dengan metode Village Owned Enterprises Competitiveness Index atau VECI, pendekatan yang dikembangkan oleh CEO BCF Jimmy Gani.

Tahap Awal Lokasi Metode Tujuan
Asesmen 4 BUM Desa Lampung Selatan Village Owned Enterprises Competitiveness Index (VECI) Menentukan BUM Desa yang layak menjadi lokasi program

Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar bagi BCF untuk menentukan BUM Desa yang memiliki tingkat daya saing cukup dan baik sebagai lokasi pelaksanaan program. Dengan begitu, pendampingan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran.

Fresh Graduate dan Pemuda Lokal Dipersiapkan Jadi Project Officer

Selain menilai kesiapan BUM Desa, BCF juga menyiapkan peserta program dari kalangan fresh graduate dan pemuda lokal. Sebelum diterjunkan ke lapangan sebagai project officer, mereka akan mengikuti pembekalan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi.

Program ini dirancang agar para peserta mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan mendukung pembangunan berkelanjutan. BCF menilai energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi generasi muda sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pembangunan saat ini.

Jimmy Gani menyampaikan keyakinannya terhadap peran anak muda dalam program ini. Menurutnya, generasi muda memiliki energi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi yang dibutuhkan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria juga menyambut baik program tersebut. Ia menekankan bahwa kolaborasi berbagai pihak akan mempercepat kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Riza mengatakan, “Jadi semua kita ajak masyarakat berbagai elemen untuk terlibat membangun desa. Hingga hari ini sudah lebih dari 80 MoU dan semoga tidak menjadi dokumen administratif. Saya berharap semua bisa terlibat aktif membuat program-program yang konkrit, yang nyata di desa-desa. Semua kita ingin kembali ke desa, peduli desa, membangun desa.”

Dengan langkah ini, BCF dan Kemendes PDT menempatkan anak muda bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai bagian dari kerja nyata untuk menguatkan BUM Desa. Pendekatan itu diharapkan dapat memperluas dampak pembangunan desa sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi generasi muda di lapangan.

Source: www.viva.co.id
Terbaru