Garuda Indonesia akan mengubah cara menghitung bagasi gratis mulai 1 September 2026. Sistem yang semula berbasis berat penuh akan diganti menjadi konsep satuan atau piece concept.
Perubahan ini berlaku untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai tanggal tersebut. Artinya, penumpang tidak lagi hanya melihat total berat bagasi, tetapi juga jumlah koper yang bisa didaftarkan dan batas berat masing-masing koper.
Jatah Bagasi Tidak Lagi Dihitung dari Total Berat
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyebut kebijakan baru ini sebagai dasar perhitungan Free Baggage Allowance atau bagasi gratis bagi seluruh penumpang pada penerbangan yang dioperasikan maskapai. Informasi itu disampaikan Garuda Indonesia melalui situs resminya dan dikutip www.viva.co.id pada Minggu, 12 Juli 2026.
Dalam skema baru, kapasitas bagasi akan lebih mudah dibaca karena jumlah barang bawaan tercantum jelas di tiket. Garuda Indonesia menilai cara ini akan membuat penumpang lebih siap sebelum berangkat dan mengurangi potensi kendala saat check-in.
| Perubahan | Keterangan | Berlaku |
|---|---|---|
| Metode hitung | Dari weight concept ke piece concept | Tiket dibeli atau diterbitkan mulai 1 September 2026 |
| Informasi di tiket | Jumlah koper dan batas berat maksimal per koper | Tiket baru setelah tanggal efektif |
| Dasar bagasi gratis | Free Baggage Allowance untuk penerbangan Garuda Indonesia | Seluruh penerbangan yang dioperasikan maskapai |
Akan Lebih Jelas Saat Persiapan Terbang
Dengan piece concept, setiap tiket nantinya akan mencantumkan jumlah koper yang boleh dibawa penumpang. Setiap koper tetap memiliki batas berat maksimum, sehingga aturan baru ini tidak berarti bagasi tanpa batas.
Garuda Indonesia menyebut pembaruan ini dirancang agar pengalaman perjalanan terasa lebih nyaman sejak tahap persiapan hingga pengambilan bagasi di bandara tujuan. Maskapai juga menilai proses check-in dan pengambilan bagasi bisa berlangsung lebih cepat dan lancar.
Selaras dengan Standar Maskapai Internasional
Garuda Indonesia mengatakan penerapan piece concept merupakan bagian dari upaya menyelaraskan kebijakan bagasi dengan standar yang telah digunakan banyak maskapai internasional. Keseragaman ini diharapkan membuat pengalaman penumpang lebih konsisten, terutama bagi mereka yang melanjutkan penerbangan dengan maskapai lain.
Perubahan tersebut juga ditujukan agar penumpang lebih mudah memahami ketentuan bagasi ketika melakukan perjalanan lintas negara atau penerbangan lanjutan. Dengan begitu, informasi yang tercantum di tiket menjadi acuan utama sebelum berangkat.
Apa Saja yang Berubah Mulai 1 September 2026
- Perhitungan bagasi gratis tidak lagi menggunakan konsep total berat.
- Bagasi dihitung berdasarkan jumlah koper atau barang bawaan.
- Setiap tiket akan menampilkan jumlah koper yang diperbolehkan.
- Masing-masing koper tetap memiliki batas berat maksimum.
- Kebijakan berlaku untuk tiket yang dibeli atau diterbitkan mulai 1 September 2026.
- Aturan ini menjadi dasar bagasi gratis pada seluruh penerbangan Garuda Indonesia.
Dengan perubahan ini, Garuda Indonesia berharap penumpang mendapat informasi bagasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Aturan baru tersebut juga diharapkan membantu kelancaran proses di bandara dari awal keberangkatan sampai bagasi diterima di tujuan.
