Garuda Indonesia menuntaskan operasional penerbangan haji 2026 atau 1447 Hijriah dengan catatan yang masih terjaga rapi. Maskapai pelat merah itu mengangkut 102.705 jemaah haji dari 10 embarkasi di seluruh Indonesia menuju Tanah Suci.
Yang menonjol bukan hanya skala layanannya, tetapi juga ketepatan waktu saat fase kepulangan. Garuda mencatat on-time performance atau OTP sebesar 90,3% selama periode pulang, sehingga keseluruhan operasional keberangkatan dan kepulangan haji tahun ini membukukan OTP 94,3%.
Penutupan Operasional Diakhiri Penerbangan Makassar
Rangkaian operasional tersebut ditutup dengan ketibaan penerbangan GA-1443 dari Madinah di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Rabu 1 Juli 2026 pukul 17.05 WITA. Penerbangan terakhir itu membawa 244 jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang atau Kloter 43 Embarkasi Makassar.
Pada hari terakhir fase pemulangan jemaah, 30 Juni 2026, Garuda juga mengoperasikan penerbangan untuk Kloter 41, 42, dan 43 Embarkasi Makassar serta Kloter 19 Embarkasi Banjarmasin. Fase kepulangan dimulai sejak 1 Juni 2026 dari Jeddah, lalu berlanjut dari Madinah pada periode 16-30 Juni 2026.
Amanah Negara dan Transformasi Operasional
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyebut penyelesaian operasional haji tahun ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan amanah negara. Dalam keterangan tertulis yang dikutip finance.detik.com pada Selasa (14/7/2026), ia menegaskan layanan itu harus mengutamakan keamanan, keandalan, dan kebutuhan jemaah.
“Penyelenggaraan penerbangan haji bukan sekadar aktivitas operasional, melainkan amanah nasional yang mempertemukan aspek pelayanan publik, keselamatan penerbangan, dan tanggung jawab kemanusiaan,” ujar Glenny.
Ia menambahkan, capaian ketepatan waktu yang terjaga juga mencerminkan progres transformasi perusahaan. Penguatan armada, efektivitas koordinasi operasional, dan konsistensi kualitas layanan disebut mulai menunjukkan hasil.
Layanan untuk Jemaah Lansia Tetap Jadi Sorotan
Menurut Glenny, keberhasilan operasional haji tidak hanya diukur dari OTP, tetapi juga dari kemampuan ekosistem layanan dalam menjaga kenyamanan jemaah. Perhatian itu terutama ditujukan kepada jemaah lanjut usia dan mereka yang membutuhkan pendampingan khusus sejak berangkat dari Tanah Air hingga kembali ke keluarga.
Catatan operasional ini menunjukkan skala kerja besar yang harus dijalankan Garuda dalam satu musim haji. Di saat yang sama, data ketepatan waktu memberikan gambaran bahwa fase keberangkatan dan kepulangan dapat dijaga tetap stabil hingga penerbangan terakhir mendarat di Makassar.
| Indikator | Data | Keterangan |
|---|---|---|
| Jumlah jemaah | 102.705 orang | Dilayani Garuda Indonesia |
| Embarkasi | 10 | Di seluruh Indonesia |
| OTP fase kepulangan | 90,3% | Selama periode pulang |
| OTP keseluruhan | 94,3% | Keberangkatan dan kepulangan |
| Penerbangan terakhir | GA-1443 | Dari Madinah ke Makassar |
Dengan penutupan penerbangan terakhir itu, Garuda menyelesaikan seluruh rangkaian haji tahun ini setelah melewati fase keberangkatan, pemulangan dari Jeddah, dan pemulangan dari Madinah. Perusahaan menempatkan capaian tersebut sebagai bukti bahwa penguatan operasional yang dijalankan memberi hasil, meski transformasi tetap disebut sebagai proses yang berkelanjutan.
Source: finance.detik.com






