PT Bank Danamon Indonesia Tbk tetap mempertahankan target pertumbuhan kredit di kisaran 10 hingga 15 persen tahun ini meski kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian. Penyesuaian pada Rencana Bisnis Bank 2026 dilakukan, tetapi arah utama bisnis tidak berubah.
Consumer Funding & Wealth Business Head Bank Danamon Ivan Jaya mengatakan perubahan pasar membuat revisi RBB menjadi hal yang wajar. Ia menyebut rencana yang disusun tahun lalu tidak bisa mengantisipasi seluruh gejolak, termasuk perang AS-Iran.
Target Kredit Masih di Jalur
Ivan menegaskan pertumbuhan kredit perseroan masih berada di jalur yang sesuai target. Secara tahunan, penyaluran kredit Danamon tumbuh hampir 10 persen menjadi sekitar Rp 216 triliun.
Di sisi lain, dana pihak ketiga juga mencatat pertumbuhan yang kuat. Funding Danamon naik 16 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp 176 triliun.
| Indikator | Capaian | Perubahan Tahunan |
|---|---|---|
| Penyaluran kredit | sekitar Rp 216 triliun | hampir 10 persen |
| Dana pihak ketiga | sekitar Rp 176 triliun | 16 persen |
Fee Based Income Jadi Penopang
Di tengah pasar yang bergejolak, Danamon juga mengoptimalkan pertumbuhan pendapatan berbasis komisi atau fee based income. Langkah ini dijalankan bersamaan dengan dorongan penyaluran kredit yang tetap dipertahankan.
Ivan menyebut bisnis valuta asing menjadi salah satu kontributor penting. Transaksi forex meningkat 35 persen, sementara bisnis bancassurance naik 30 persen.
Selain itu, reksa dana dan obligasi juga tumbuh double digit. Menurut Ivan, kombinasi berbagai lini bisnis itu membantu Danamon menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang berubah.
Perubahan pada RBB 2026, menurut Danamon, merupakan bagian dari penyesuaian terhadap situasi yang berkembang. Meski begitu, target utama perseroan tetap sama, yakni menjaga pertumbuhan kredit di level low double digit.
Source: money.kompas.com






