Keputusan S&P Global Ratings mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil memberi sinyal bahwa fondasi ekonomi nasional masih kuat. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi atau Kiki, menilai hasil itu sekaligus menegaskan stabilitas sistem keuangan Indonesia di tengah dinamika global.
Menurut Kiki, penilaian tersebut menjadi dorongan bagi OJK untuk terus memperkuat kinerja sektor jasa keuangan dan melanjutkan reformasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. www.viva.co.id mencatat, pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 14 Juli 2026.
Fundamental Ekonomi Masih Ditopang Permintaan Domestik
Dalam laporannya, S&P menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap ditopang oleh permintaan domestik yang kuat. Selain itu, kebijakan fiskal yang prudent serta kerangka kebijakan yang kredibel dan fleksibel disebut ikut menjaga stabilitas makroekonomi.
Penilaian ini menjadi penting karena datang saat banyak negara masih menghadapi tekanan eksternal dan perubahan arah kebijakan global. Bagi Indonesia, hasil tersebut memperlihatkan bahwa keyakinan terhadap daya tahan ekonomi masih terjaga.
OJK Dorong Penguatan Sektor Jasa Keuangan
Kiki menyebut OJK akan terus menjalankan penguatan sektor jasa keuangan melalui pengawasan terintegrasi berbasis risiko, pendalaman pasar keuangan, dan peningkatan integritas serta tata kelola pasar. OJK juga mempercepat transformasi digital sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK.
Langkah itu diarahkan untuk memperluas kapasitas sektor keuangan dalam memobilisasi pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan pembangunan nasional. OJK menilai penguatan ini juga penting untuk mendukung agenda strategis Indonesia, termasuk peningkatan investasi, transformasi ekonomi, dan daya saing nasional.
Stabilitas Keuangan Masih Terjaga
Kiki menambahkan, sektor jasa keuangan nasional masih berada dalam kondisi stabil. Penopangnya berasal dari permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, profil risiko yang terjaga, serta intermediasi yang terus berkembang.
Seluruh faktor itu dinilai membantu menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menopang pembiayaan perekonomian. Di tengah kondisi tersebut, OJK tetap menempatkan sinergi dengan pemerintah, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS sebagai bagian penting dari peran Komite Stabilitas Sistem Keuangan.
Sinergi KSSK Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan
Melalui KSSK, OJK memastikan koordinasi antarlembaga akan terus diperkuat agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Sinergi itu juga diharapkan memberi ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah perubahan kondisi global.
| Fokus Penilaian | Temuan S&P | Respons OJK |
|---|---|---|
| Rating kredit | BBB, outlook stabil | Disambut positif sebagai sinyal kepercayaan |
| Faktor ekonomi | Permintaan domestik kuat, fiskal prudent, kebijakan kredibel dan fleksibel | Menjadi dorongan untuk memperkuat sektor jasa keuangan |
| Stabilitas sistem keuangan | Masih terjaga | Diperkuat lewat pengawasan, digitalisasi, dan sinergi KSSK |
Dengan modal itu, OJK menilai ruang pembiayaan jangka panjang masih terbuka untuk mendukung dunia usaha dan pembangunan nasional. Fokus berikutnya adalah memastikan pengawasan, tata kelola, dan reformasi sektor keuangan berjalan seiring dengan kebutuhan ekonomi Indonesia.
