Valforum Ubah Komunitas Esports Jadi Mesin Bisnis dan Pembinaan Talenta

Author: Qoo Media

Komunitas esports di Indonesia kini tidak lagi sekadar soal permainan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya model bisnis yang serius. Valforum tampil sebagai salah satu contoh paling menonjol karena berhasil mengubah ekosistem Valorant menjadi mesin usaha sekaligus wadah pembinaan talenta digital.

Platform penyedia layanan game Valorant itu tidak hanya bergerak di ranah ritel. Valforum juga mendorong kreator konten lokal agar bisa memperoleh manfaat finansial yang nyata dari industri esports.

Bisnis yang tumbuh dari layanan game

Lini usaha Valforum mencakup jual beli akun, layanan penyewaan, jasa pendampingan permainan atau game assistant, hingga integrasi top-up digital. Di atas fondasi itu, perusahaan ini mencatat perputaran omzet hingga miliaran rupiah setiap bulan sepanjang 2024.

Stabilnya kinerja operasional ditopang sistem berbasis teknologi dan tim internal yang berjumlah 20 tenaga kerja profesional. Model ini membantu Valforum menjaga layanan tetap berjalan di tengah ekspansi yang terus berlangsung.

Aspek Detail Keterangan
Layanan utama Jual beli akun, penyewaan, game assistant, top-up Fokus pada kebutuhan ekosistem Valorant
Omzet Miliaran rupiah per bulan Tercatat sepanjang 2024
Tim internal 20 tenaga kerja profesional Menopang operasional berbasis teknologi

Valforum berawal dari inisiatif William Surya Dwiputra pada 2021. Founder Valforum itu memulai usaha tersebut tanpa modal besar dan tanpa jaringan industri, dengan tujuan awal mencari penghasilan tambahan.

William mengakui perjalanan awal bisnisnya tidak mudah. Ia menyebut proses membesarkan Valforum penuh dinamika, termasuk perbaikan sistem administrasi yang sempat berantakan dan upaya membangun ulang kepercayaan konsumen.

Dari bisnis ritel ke pembinaan kreator

Konsistensi memperbaiki layanan akhirnya berbuah hasil. William Surya Dwiputra meraih pendapatan Rp100 juta pertamanya pada usia 18 tahun, lalu mematangkan sistem operasional perusahaan saat berusia 20 tahun.

Setelah fondasi bisnisnya kuat, Valforum memperluas peran menjadi sentra manajemen talenta digital. Saat ini, perusahaan menaungi sekitar 25 streamer game berbakat dan jumlah itu diproyeksikan terus bertumbuh.

Pembinaan di dalam ekosistem Valforum dilakukan dengan pendekatan strategis. Perusahaan memadukan pemasaran digital dan pengelolaan identitas merek yang merujuk pada standar kualifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP.

Pendekatan itu juga dipakai untuk membangun kreator anonim atau faceless creators. Valforum berhasil mendidik lima kreator dari tahap awal hingga mampu mengelola kanal komersial mereka secara mandiri.

Ambisi memperluas panggung esports

Di tahap berikutnya, Valforum menyiapkan diri menjadi pendorong utama penyiaran Valorant di tingkat nasional hingga global. Perusahaan tengah mematangkan berbagai program apresiasi dan agenda acara publik berskala besar untuk menghidupkan ekosistem pemain.

William menegaskan bahwa rangkaian inisiatif itu dirancang agar kreator lokal punya panggung yang proporsional untuk tumbuh terukur. Target akhirnya adalah membuat mereka meraih kemandirian ekonomi dari industri kreatif yang terus berkembang ini.

Melalui www.medcom.id, kisah Valforum memperlihatkan bagaimana komunitas esports bisa bergerak lebih jauh dari sekadar aktivitas bermain. Di tangan pengelolaan yang rapi, ekosistem itu berubah menjadi ruang usaha, pembinaan, dan peluang ekonomi bagi talenta muda.

Source: www.medcom.id
Terbaru