51 Saham HSC Disaring BEI, Ini Daftar Emiten yang Langsung Tersisih dari LQ45 hingga IDX80

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merilis 51 saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration atau HSC. Status itu membuat saham-saham tersebut otomatis keluar dari indeks utama seperti LQ45, IDX30, hingga IDX80.

Daftar ini menjadi perhatian karena BEI juga memperkenalkan kriteria baru bernama Price Impact Ratio untuk menyaring saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Dalam penjelasan yang dikutip mediaindonesia.com, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebut penambahan itu terdiri dari 37 saham baru yang melengkapi 14 saham yang sudah lebih dulu masuk daftar HSC.

Bagaimana saham masuk radar HSC

Kriteria Price Impact Ratio memperhitungkan perubahan harga saham terhadap velocity. Sementara itu, velocity dihitung dari rata-rata volume transaksi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float.

Artinya, saham dengan transaksi yang rendah tetapi perubahan harga yang besar bisa menghasilkan Price Impact Ratio tinggi. Kondisi seperti itu menjadi sinyal bahwa saham tersebut perlu masuk screening HSC.

51 saham yang masuk kategori HSC

NoKodeNama Emiten
1AGIIPT Samator Indo Gas Tbk
2BRENPT Barito Renewables Energy Tbk
3DSSAPT Dian Swastatika Sentosa Tbk
4IFSHPT Ifishdeco Tbk
5MGLVPT Panca Anugrah Wisesa Tbk
6RLCOPT Abadi Lestari Indonesia Tbk
7ROCKPT Rockfields Properti Indonesia Tbk
8SOTSPT Satria Mega Kencana Tbk
9WBSAPT BSA Logistics Indonesia Tbk
10TCPIPT Transcoal Pacific Tbk
11MGROPT Mahkota Group Tbk
12SATUPT Kota Satu Properti Tbk
13DGWGPT Delta Giri Wacana Tbk
14HATMPT Habco Trans Maritima Tbk
15DCIIPT DCI Indonesia Tbk
16BYANPT Bayan Resources Tbk
17DNETPT Indoritel Makmur Internasional Tbk
18MORAPT Ekamas Mora Republik Tbk
19SRAJPT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk
20BNLIPT Bank Permata Tbk
21BINAPT Bank Ina Perdana Tbk
22PGUNPT Pradiksi Gunatama Tbk
23SOHOPT Soho Global Health Tbk
24RISEPT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk
25FAPAPT FAP Agri Tbk
26SILOPT Siloam International Hospitals Tbk
27BBSIPT Krom Bank Indonesia Tbk
28BTPNPT Bank SMBC Indonesia Tbk
29STTPPT Siantar Top Tbk
30MLPTPT Multipolar Technology Tbk
31GEMSPT Golden Energy Mines Tbk
32BELIPT Global Digital Niaga Tbk
33MPROPT Maha Properti Indonesia Tbk
34PRAYPT Famon Awal Bros Sedaya Tbk
35SMARPT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk
36CMNTPT Cemindo Gemilang Tbk
37MKPIPT Metropolitan Kentjana Tbk
38KONIPT Perdana Bangun Pusaka Tbk
39YUPIPT Yupi Indo Jelly Gum Tbk
40FITTPT Hotel Fitra International Tbk
41ALIIPT Ancara Logistics Indonesia Tbk
42KINGPT Hoffmen Cleanindo Tbk
43FILMPT MD Entertainment Tbk
44ELPIPT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
45POLUPT Golden Flower Tbk
46LIFEPT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
47MCOLPT Prima Andalan Mandiri Tbk
48BNIIPT Bank Maybank Indonesia Tbk
49BBHIPT Allo Bank Indonesia Tbk
50MEGAPT Bank Mega Tbk
51CMNPPT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk

Evaluasi dilakukan kuartalan

BEI akan mengevaluasi daftar saham HSC ini setiap tiga bulan atau kuartalan. Siklus itu mengikuti jadwal evaluasi indeks utama yang berlaku di bursa.

Jeffrey mengatakan screening ini bertujuan menjaga transparansi dan perlindungan investor. Saham dengan free float yang tipis dinilai lebih rentan terhadap volatilitas harga yang tidak wajar, sehingga pengawasan tetap akan dilakukan terhadap potensi faktor pemicu lainnya.

Dalam pernyataannya yang dikutip mediaindonesia.com, Jeffrey menegaskan, “Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi ada atau tidaknya high shareholding concentration. Tentu trigger factors lain yang terkait dengan kegiatan pengawasan itu akan tetap dilakukan.”

Daftar ini sekaligus menunjukkan bahwa perubahan komposisi indeks kini tidak hanya soal kapitalisasi atau likuiditas, tetapi juga soal pola kepemilikan dan dampaknya terhadap pergerakan harga. Bagi investor, data HSC menjadi sinyal penting untuk membaca risiko saham yang masuk radar pengawasan BEI.

Source: mediaindonesia.com
Terkait