Presiden Prabowo Subianto resmi memulai groundbreaking proyek LNG Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Langkah ini membuka babak baru bagi salah satu proyek gas terbesar di Indonesia yang sudah tertunda selama puluhan tahun.
Pengumuman itu disampaikan Prabowo secara daring pada Kamis (16/7) dengan pernyataan resmi bahwa pembangunan proyek tersebut dimulai. Cadangan gas di wilayah ini sendiri pertama kali ditemukan pada 2000, sehingga proyek ini telah lama menjadi sorotan di sektor energi nasional.
Investasi jumbo dan skala produksi
Proyek LNG Abadi Wilayah Kerja Masela dikembangkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional sektor energi. Penggarapannya melibatkan INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar US$20,9 miliar atau sekitar Rp376,3 triliun.
Di dalam nilai itu, terdapat tambahan sekitar US$1 miliar atau Rp18 triliun untuk teknologi CCS. Skala proyek ini menunjukkan besarnya taruhan pemerintah dan investor pada cadangan gas di kawasan tersebut.
| Komponen | Detail | Nilai |
|---|---|---|
| Investasi utama | Pengembangan LNG Abadi Masela | US$20,9 miliar |
| Setara rupiah | Estimasi dengan kurs Rp18 ribu per dolar AS | Rp376,3 triliun |
| Tambahan CCS | Teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon | US$1 miliar |
| Setara rupiah CCS | Estimasi dengan kurs Rp18 ribu per dolar AS | Rp18 triliun |
Produksi gas untuk pasar domestik dan ekspor
Proyek ini dirancang untuk memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35 ribu barel per hari. Kombinasi kapasitas itu diposisikan untuk memperkuat pasokan energi nasional dan menopang kebutuhan industri.
Lapangan gas Abadi berada di Blok Masela, Laut Arafura, Provinsi Maluku, sekitar 12 mil dari pulau terdekat. Lokasinya juga disebut sekitar 750 kilometer di selatan Ambon, dengan kedalaman air di kisaran 400 meter hingga 800 meter.
Dampak ekonomi yang diharapkan
Pemerintah memperkirakan proyek ini memberi kontribusi besar terhadap penerimaan negara bukan pajak dan investasi asing langsung, dengan nilai lebih dari US$20 miliar. Selain itu, LNG Abadi diperkirakan menyumbang sekitar US$137,7 miliar bagi perekonomian nasional.
Dalam fase konstruksi puncak, proyek ini juga berpotensi menyerap hingga 12.000 tenaga kerja. CNN Indonesia melaporkan bahwa proyek ini dipandang penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu pemain gas dunia.
Di sisi geografis, blok ini memiliki batas di bagian selatan yang beririsan dengan perbatasan wilayah laut Indonesia-Australia, namun seluruh area blok tetap berada di wilayah Indonesia. Status itu menambah pentingnya proyek ini dalam pengelolaan sumber daya energi lepas pantai.
Source: www.cnnindonesia.com






