Bendungan Rukoh di Aceh Bukan Cuma Soal Air, Risiko Banjir Juga Turun

Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, menyimpan peran yang lebih besar dari sekadar penyedia air untuk pertanian. Infrastruktur ini juga diposisikan sebagai pelindung baru bagi warga dari ancaman banjir yang selama ini kerap muncul di wilayah tersebut.

Setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (10/7), bendungan ini langsung disebut sebagai salah satu penopang penting ketahanan wilayah. Kementerian PU menilai keberadaannya tidak hanya membantu sektor pertanian, tetapi juga memperkuat perlindungan terhadap bencana hidrometeorologi yang dipicu cuaca ekstrem.

Fungsi Ganda untuk Air dan Pengendalian Banjir

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan bendungan adalah investasi jangka panjang untuk mengelola air sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026), ia menyebut air yang tertampung harus memberi manfaat sebagai irigasi, air baku, energi, sekaligus perlindungan bagi kawasan hilir.

Dengan kapasitas tampung 128,65 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 687 hektare, Bendungan Rukoh dirancang untuk meredam risiko banjir di Kabupaten Pidie. Fungsi reduksi banjirnya mencapai 51 hektare dan ditargetkan membantu pengendalian banjir hingga periode ulang 50 tahunan.

Fakta UtamaAngkaKeterangan
Kapasitas tampung128,65 juta m³Menjadi cadangan air utama
Luas genangan687 hektareMendukung fungsi pengelolaan air
Reduksi banjir51 hektareUntuk pengendalian banjir hingga periode ulang 50 tahunan
Irigasi12.194 hektareMelayani Daerah Irigasi Baro Raya

Kabupaten Pidie memang termasuk wilayah yang beberapa kali terdampak bencana hidrometeorologi dalam beberapa tahun terakhir. Intensitas hujan yang tinggi kerap memicu luapan sungai dan genangan di permukiman maupun lahan pertanian.

Di titik ini, Bendungan Rukoh diharapkan mampu mengatur debit aliran sungai agar limpasan air ke kawasan hilir lebih terkendali. Peran ini menjadi penting ketika frekuensi cuaca ekstrem terus meningkat akibat perubahan iklim.

Mesin Baru untuk Irigasi dan Pangan

Selain untuk pengendalian banjir, bendungan yang berada di aliran Sungai Krueng Rukoh dan mendapat suplai dari Bendung Pengarah Sungai Krueng Inong ini juga menopang sektor pertanian. Manfaat utamanya adalah mengairi Daerah Irigasi Baro Raya seluas 12.194 hektare, terutama di Kecamatan Keumala dan Kecamatan Sakti.

Dody menyebut bendungan sebagai “irigasi premium” karena ketersediaan airnya dijamin oleh bendungan. Dengan sistem seperti itu, produktivitas lahan diharapkan naik dan petani bisa mengejar tiga kali musim tanam dalam setahun.

Kehadiran Bendungan Rukoh ditargetkan menaikkan Indeks Pertanaman dari 191% menjadi 300%. Produksi pertanian juga diproyeksikan mencapai sekitar 6 ton per hektare, yang memperkuat kontribusi Aceh dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Air Baku dan Energi Terbarukan

Manfaat bendungan tidak berhenti di sawah. Bendungan Rukoh juga mampu menyediakan air baku sebesar 900 liter per detik untuk melayani sekitar 22.848 jiwa di Kecamatan Titeue dan wilayah sekitarnya.

Di sisi lain, infrastruktur ini menyimpan potensi pengembangan energi baru terbarukan. Rukoh disebut berpeluang mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 140 MW serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro sebesar 1,22 MW.

Pembangunan Bendungan Rukoh berlangsung bertahap pada periode 2018-2024 dengan total anggaran sekitar Rp1,7 triliun. Pekerjaan konstruksinya dibagi ke dalam dua paket, yakni Paket 1 oleh PT Nindya Karya (Persero) untuk spillway, serta Paket 2 oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk – PT Adhi Karya (Persero) Tbk – PT Andesmont Sakti KSO untuk tubuh bendungan dan bangunan pengelak.

Dengan fungsi yang mencakup penyediaan air, peningkatan produktivitas pertanian, pengendalian banjir, hingga dukungan energi terbarukan, Bendungan Rukoh menjadi salah satu infrastruktur strategis Kementerian PU di Aceh. Proyek ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketangguhan masyarakat menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Source: finance.detik.com
Terkait