BRI Buyback 18 Juta Saham hingga Juni 2026, Sisa Aksi Lama Masih Besar

Author: Qoo Media

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI terus menjalankan program pembelian kembali saham di tengah pasar yang masih berfluktuasi tajam. Hingga akhir Juni 2026, perseroan telah merealisasikan buyback sebanyak 18 juta saham.

Angka itu menambah daftar panjang saham hasil buyback yang masih dikuasai BRI dari program-program sebelumnya. Finansial.bisnis.com mencatat, posisi terbaru ini menunjukkan bahwa aksi buyback 2026 baru berjalan pada tahap awal dibandingkan akumulasi saham buyback lama yang jumlahnya masih jauh lebih besar.

Buyback 2026 Berjalan Di Tengah Fluktuasi Pasar

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 15 Juli 2026, BRI menyampaikan bahwa buyback 2026 dilakukan saat pasar mengalami fluktuasi signifikan. Periode pelaksanaannya ditetapkan paling lama tiga bulan sejak tanggal keterbukaan informasi, yaitu mulai 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026.

Dalam laporan perkembangan periode Juni 2026, total saham yang telah dibeli kembali hingga 30 Juni 2026 tercatat sebanyak 18.000.000 saham. Saham hasil buyback 2026 nantinya akan dialihkan setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Stok Buyback Lama Masih Menggunung

Selain program 2026, BRI masih menyimpan saham hasil buyback dari beberapa tahun sebelumnya. Untuk buyback 2022, perseroan telah membeli kembali 647.385.900 saham, dengan 242.298.900 saham di antaranya sudah dialihkan.

Sisa saham buyback 2022 yang belum dialihkan masih mencapai 405.087.000 saham. Pengalihan saham tersebut digunakan untuk mendukung program kepemilikan saham bagi pekerja serta direksi dan dewan komisaris.

BRI juga mencatat buyback 2023 sebanyak 293.932.300 saham. Hingga laporan itu disampaikan, belum ada saham yang dialihkan dari program tersebut.

Periode Buyback Jumlah Dibeli Kembali Sudah Dialihkan Status Terkini
2022 647.385.900 saham 242.298.900 saham Sisa 405.087.000 saham belum dialihkan
2023 293.932.300 saham Belum ada Belum terdapat pengalihan saham
2025 157.793.000 saham Belum ada Belum melakukan pengalihan
2026 18.000.000 saham hingga 30 Juni 2026 Belum ada Masih dalam periode pelaksanaan sampai 11 September 2026

Untuk buyback 2023, saham hasil pembelian kembali itu akan dialihkan untuk program kepemilikan saham pekerja, direksi, dewan komisaris, maupun program lain sesuai persetujuan OJK dan ketentuan yang berlaku. Adapun pada buyback 2025, BRI melakukan pembelian kembali 157.793.000 saham dan hingga laporan tersebut belum melakukan pengalihan.

Dengan posisi itu, buyback 2026 masih menjadi program yang paling baru, tetapi volume saham hasil buyback yang belum dialihkan dari periode sebelumnya tetap jauh lebih besar. Di sisi lain, BRI masih memiliki ruang waktu hingga 11 September 2026 untuk melanjutkan pembelian kembali sesuai ketentuan yang sudah diumumkan.

Source: finansial.bisnis.com
Terbaru