Rupiah Melemah Bisa Memicu Inflasi, Ini Syarat SBN Makin Menarik bagi Investor

Surat berharga negara (SBN) dinilai masih menyimpan peluang menarik bagi investor, tetapi daya tariknya sangat bergantung pada inflasi dan stabilitas rupiah. Jika inflasi tetap terkendali sementara imbal hasil obligasi menguat, imbal hasil rill yang diterima investor dapat meningkat.

Ekonom UOB Enrico Tanuwidjaja menilai tingkat kupon bukan satu-satunya pertimbangan dalam membaca prospek obligasi pemerintah. Investor juga perlu melihat kemampuan kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga kondisi ekonomi makro.

Imbal Hasil Rill Jadi Acuan Utama

Imbal hasil rill atau real yield menggambarkan keuntungan investasi setelah memperhitungkan laju inflasi. Angka ini menjadi penting karena nilai pengembalian investasi dapat tergerus apabila kenaikan harga tidak terkendali.

Menurut Enrico, secara historis imbal hasil obligasi pemerintah berada di sekitar 7 persen dengan real yield sekitar 3,5 persen. Perbandingan tersebut dapat menjadi salah satu patokan untuk menilai apakah pengembalian SBN cukup menarik dalam kondisi ekonomi tertentu.

IndikatorGambaran yang Disampaikan
Yield obligasi pemerintahSekitar 7 persen secara historis
Real yieldSekitar 3,5 persen secara historis
Rata-rata tenor SBNSekitar 8 tahun

Real yield itu adalah patokan yang gamblang,” kata Enrico, seperti dikutip money.kompas.com. Ia menekankan bahwa angka tersebut perlu dibandingkan dengan rata-rata yield obligasi pemerintah serta perkembangan inflasi.

Rupiah Menjadi Faktor Penting bagi Kebijakan BI

Prospek real yield juga terkait dengan arah nilai tukar rupiah. Enrico menilai rupiah dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan langkah suku bunga Bank Indonesia (BI), bukan hanya inflasi semata.

Kenaikan suku bunga dapat digunakan untuk menjaga stabilitas mata uang ketika tekanan terhadap rupiah meningkat. Stabilitas nilai tukar dinilai penting karena pelemahan rupiah berpotensi menaikkan harga barang impor dan kemudian mendorong inflasi.

Menurut Enrico, inflasi yang muncul akibat gangguan pasokan atau supply side shock pada dasarnya tidak selalu dapat ditangani hanya dengan kenaikan suku bunga. Namun, Indonesia memiliki kerentanan tambahan apabila depresiasi rupiah membuat harga impor semakin mahal.

“Kalau rupiah melemah terus inflation akan meningkat. Jadi dia harus cegah,” ujar Enrico. Dalam pandangan tersebut, kebijakan suku bunga berperan menjaga nilai tukar sekaligus membatasi risiko inflasi dari sisi impor.

Peran Fiskal Menahan Tekanan Harga

Selain kebijakan moneter, pemerintah dinilai masih memiliki ruang menggunakan kebijakan fiskal sebagai shock absorber. Salah satu strateginya adalah mengalihkan belanja yang kurang produktif ke kebutuhan yang lebih mendesak, termasuk subsidi bagi masyarakat.

Realisasi kebijakan semacam itu berpotensi membantu menjaga kestabilan inflasi. Inflasi yang lebih terkendali akan memperkuat nilai pengembalian riil bagi pemegang obligasi pemerintah.

Enrico melihat kombinasi pengendalian inflasi melalui fiskal dan peluang penyesuaian suku bunga oleh Bank Indonesia dapat membuat real yield SBN lebih menarik. Namun, arah tersebut tetap bergantung pada kemampuan menjaga rupiah serta perkembangan tekanan harga di dalam negeri.

Tenor, Valuta Asing, dan Likuiditas

Daya tarik SBN Indonesia juga dinilai berasal dari tiga aspek risiko yang menjadi perhatian investor, terutama investor asing. Ketiganya adalah risiko jatuh tempo, risiko nilai tukar, dan risiko likuiditas di pasar.

Rata-rata tenor sekitar delapan tahun disebut memberi gambaran profil jatuh tempo obligasi pemerintah. Risiko valuta asing perlu dijaga melalui kebijakan moneter, sedangkan likuiditas didukung oleh fakta bahwa obligasi dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

Bagi investor, kemampuan SBN untuk diperjualbelikan menjadi faktor penting karena menyediakan fleksibilitas saat kondisi pasar berubah. Dengan inflasi yang terjaga, rupiah yang stabil, dan pasar sekunder yang likuid, prospek imbal hasil rill obligasi pemerintah dinilai berpotensi membaik.

Source: money.kompas.com
Terkait