PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN bersiap melanjutkan akuisisi portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk. pada tahap kedua. Nilainya mencapai Rp7,34 triliun dan ditargetkan mulai berjalan pada awal Agustus 2026.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari akuisisi tahap pertama yang sudah lebih dulu dirampungkan BTN. Bagi perseroan, transaksi tersebut bukan hanya soal menambah aset, tetapi juga memperluas basis nasabah dan memperkuat strategi pertumbuhan di luar bisnis kredit perumahan.
Target Nasabah dan Efisiensi Modal
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan proses akuisisi tahap kedua diperkirakan mulai dilaksanakan pada awal Agustus 2026. Dalam konferensi pers paparan kinerja semester I/2026 di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (16/7/2026), dia mengatakan, “Kita harapkan Agustus ini selesai.”
Nixon menyebut akuisisi tahap kedua ini akan memperluas basis nasabah BTN menjadi 344.600 nasabah. Portofolio yang diambil juga disebut memiliki yield rata-rata yang lumayan baik, dengan Risk-Weighted Asset atau RWA sekitar 50% sehingga penggunaan modal menjadi lebih efisien.
| Informasi | Tahap 1 | Tahap 2 |
|---|---|---|
| Nilai transaksi | Rp12,6 triliun | Rp7,34 triliun |
| Objek akuisisi | Portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia | Portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia |
| Status | Sudah selesai | Direncanakan mulai awal Agustus 2026 |
Ruang Pertumbuhan di Luar KPR
Selain menambah profitabilitas, akuisisi ini membuka peluang cross selling berbagai produk BTN. Nixon mencontohkan Bale by BTN, payroll funding, dan layanan perbankan lainnya sebagai produk yang bisa ditawarkan ke basis nasabah baru.
Melalui strategi pertumbuhan anorganik, BTN menargetkan porsi kredit non-perumahan naik bertahap hingga sekitar 30% dari total portofolio kredit dalam lima tahun ke depan. Perusahaan ingin struktur bisnisnya menjadi lebih seimbang, lebih resilien, dan tetap mampu menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik ini akan memacu dan juga mendorong pertumbuhan kita jauh lebih baik ke depannya,” ujar Nixon.
Kelanjutan dari Strategi Beyond Mortgage
Sebelumnya, BTN telah menyelesaikan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia dengan nilai transaksi sekitar Rp12,6 triliun. Langkah itu menjadi bagian dari strategi beyond mortgage yang tengah digenjot perseroan untuk memperkuat pertumbuhan anorganik.
Nixon menuturkan, portofolio yang diakuisisi merupakan kredit berkualitas atau performing loan. Kondisi itu dinilai mendukung perbaikan kualitas aset perseroan sekaligus memberi kontribusi positif terhadap profitabilitas.
Dengan tahap kedua yang segera menyusul, BTN kembali menegaskan fokusnya untuk memperbesar bisnis di luar pembiayaan rumah tanpa melepaskan disiplin kualitas aset. Arah ini menjadi salah satu penopang utama strategi pertumbuhan perseroan dalam beberapa tahun ke depan.
Source: finansial.bisnis.com






