Swiss Tawarkan Transfer Teknologi untuk KEK Sanur, Peluang Menahan Wisata Medis

Genolier Innovation Hub di Swiss membuka peluang kemitraan dengan Indonesia yang dapat mencakup riset medis, pelatihan dokter, hingga transfer teknologi. Kerja sama ini dinilai berpotensi memperkuat KEK Kesehatan Sanur di Bali dalam membangun layanan kesehatan berstandar internasional.

Potensi tersebut penting karena Indonesia tengah mendorong agar kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dapat dipenuhi di dalam negeri. Pengembangan ekosistem di Sanur juga diarahkan untuk mengalihkan arus wisata medis yang selama ini banyak menuju Singapura.

Peluang kolaborasi itu dibahas dalam kunjungan delegasi jurnalis Grup Media Kompas dan perwakilan Kedutaan Besar RI untuk Swiss ke Genolier Innovation Hub pada Jumat, 26 Juni 2026. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss.

Menurut laporan money.kompas.com, Genolier Innovation Hub atau GIH berada di Kanton Vaud, sekitar 20 menit dari Bandara Jenewa dan sekitar 2,5 jam perjalanan dari Zurich. Pusat inovasi ini diresmikan pada September 2024 dengan luas mencapai 25.000 meter persegi.

GIH dibangun sebagai ekosistem yang mempertemukan dokter, peneliti, serta pelaku industri kesehatan dalam satu lokasi. Fokusnya adalah penelitian translasional, pengembangan solusi inovatif, dan pendidikan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan.

Penelitian translasional menjadi salah satu fondasi utama pusat tersebut karena bertujuan membawa hasil inovasi dari laboratorium ke praktik klinis. Dengan pendekatan ini, pengembangan teknologi kesehatan diharapkan lebih dekat dengan kebutuhan dokter dan pasien.

Stephanie Crown, penanggung jawab kegiatan pelatihan di GIH, mengatakan pusat tersebut dirancang untuk menyatukan keunggulan klinis, pendidikan medis, kesehatan digital, kecerdasan buatan, dan robotika. Ia menyebut pendekatan itu dapat menjembatani produk laboratorium dengan kebutuhan nyata di layanan kesehatan.

Dalam pertemuan itu, GIH menyatakan terbuka untuk berbagi keahlian melalui program pelatihan yang fleksibel bagi dokter dari Indonesia. Bentuk kemitraan akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik rumah sakit dan tenaga medis di Indonesia.

Bidang Kerja Sama yang Dibuka

Kolaborasi dengan KEK Kesehatan Sanur dapat mencakup peningkatan kapasitas dokter, transfer teknologi, serta pengembangan riset bersama. Bidang ortopedi dan radio-onkologi menjadi dua area yang disebut memiliki peluang kuat untuk dikembangkan.

Fasilitas di GIHFokus UtamaPotensi Relevansi
AccurayRadio-onkologi presisi tinggiPelatihan teknologi terapi radiasi
GE HealthCareFasilitas pelatihan kesehatanPeningkatan kapasitas tenaga medis
United Orthopedic CorporationPelatihan ortopediPengembangan keahlian dokter dan tenaga kesehatan

GIH juga menyarankan agar delegasi dokter dari Indonesia melakukan kunjungan ke Swiss sebagai tindak lanjut. Kunjungan tersebut dapat membuka ruang diskusi langsung mengenai rancangan kemitraan yang paling sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia.

Di fasilitas Accuray, tersedia teknologi radio-onkologi presisi tinggi, termasuk mesin CyberKnife. Teknologi ini mampu menyesuaikan pengobatan dengan gerakan pernapasan pasien sehingga paparan radiasi terhadap sel sehat dapat diminimalkan.

Delegasi juga meninjau pusat pelatihan dan showroom United Orthopedic Corporation yang digunakan tenaga kesehatan dari berbagai negara. Selain ruang laboratorium dan operasi, GIH memiliki auditorium imersif 270 derajat untuk penyelenggaraan acara medis, budaya, dan politik internasional.

Pusat inovasi tersebut dibangun dengan investasi mencapai CHF 100 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun. Kehadiran Mayo Clinic yang telah bermitra dengan GIH dan juga hadir di Bali dinilai dapat membuka peluang sinergi yang lebih kuat bagi pengembangan layanan kesehatan di Sanur.

Bila kerja sama terwujud, transfer keahlian dan teknologi dari Swiss dapat menjadi salah satu penguat ekosistem layanan kesehatan Indonesia. Langkah ini juga berpotensi mendukung ambisi KEK Kesehatan Sanur untuk menawarkan pilihan perawatan yang lebih kompetitif bagi pasien dalam negeri.

Source: money.kompas.com
Terkait